Rabu 30 Juni 2021, 10:26 WIB

Serbuan Baja Impor, Pemerintah Harus Lindungi Industri Baja Dalam Negeri

mediaindonesia.com | Ekonomi
Serbuan Baja Impor, Pemerintah Harus Lindungi Industri Baja Dalam Negeri

ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Pekerja beraktivitas di pabrik pembuatan baja Kawasan Industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

 

PEMERINTAH harus melindungi industri baja dalam negeri dari membanjirnya baja impor. Sebab jika dibiarkan, bisa membuat industri baja dalam negeri  merugi dan bahkan pailit. Demikian disampaikan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. 

“Misal terbukti ada praktik-praktik yang unfairness, Pemerintah perlu segera ambil tindakan. Ada kebijakan anti dumping, trade remedies, safe guards, dan sebagainya yang bisa diterapkan,” tegas Bhima di Jakarta, Rabu (30/6). 

Selain itu, lanjutnya, Pemerintah juga bisa menerapkan kebijakan tarif dan non-tarif. Misalnya dengan adanya bea masuk atau juga memperketat sertifikasi bagi perusahaan-perusahaan importir.

Menurut Bhima, perlindungan tersebut merupakan bukti konkret dukungan Pemerintah terhadap kelanjutan industri baja nasional. Apalagi, pada dasarnya cukup banyak produsen baja nasional yang memiliki potensi besar untuk berkembang lebih maksimal.  

“Jadi, jangan sampai potensi-potensi ini justru hilang semangat dan lalu menyerah. Bahkan, banting setir jadi importir yang lebih bisa menguntungkan, ketimbang jadi produsen yang justru malah merugi dan pailit,” ujarnya. 

Dengan dukungan langsung dari Pemerintah, imbuh Bhima, potensi-potensi tadi bisa semakin terdorong untuk berkembang. “Dengan begitu, secara keseluruhan keberlangsungan industri baja Tanah Air menjadi lebih cerah di masa mendatang,” tegas Bhima.
 
Seperti diketahui, pandemi Covid-19 sempat membuat kinerja impor baja secara nasional menurun sekitar 40%. Namun seiring berjalannya program vaksinasi dan aktivitas ekonomi yang kembali menggeliat, kinerja impor baja kembali tumbuh. 

Triwulan I 2021 misalnya, impor baja mencapai 1,3 juta ton senilai USD 1 Miliar. Naik 19% dari Triwulan IV 2020 sebanyak 1,1 juta ton senilai USD USD 764 juta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, juga diketahui bahwa pada Februari 2021 terjadi peningkatan impor baja sebesar 36 persen, yang berasal dari Tiongkok dan Vietnam. (RO/OL-09)

Baca Juga

Ist/Courtesy of Pinky Mirror

Investasi di Perusahaan Digital Bentuk Ekosistem dan Ciptakan Strategic Business

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 13:24 WIB
Saham yang dibeli oleh perusahaan digital tersebut terbilang tidak terlalu besar, namun mereka tetap tertarik untuk berinvestasi di...
Ist/Kementan

Kementan Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 13:15 WIB
Badan Karantina Pertanian besama jajaran Polri melakukan pengecekan terhadap semua hewan baik yang datang dari Pulau Sumatera maupun yang...
Dok. Pribadi

HIPMI International Bussiness Forum Dorong UMKM Mendunia

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 12:05 WIB
UMKM memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional, dimana sebanyak 64,2 juta UMKM memiliki kontribusi terhadap PDB, investasi, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya