Jumat 25 Juni 2021, 11:40 WIB

Keren, Perusahaan Farmasi Ini Pasang Panel Surya di Atap Pabrik

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Keren, Perusahaan  Farmasi Ini Pasang Panel Surya di Atap Pabrik

Dok.Ferron
PLTS Atap di lokasi pabrik PT Ferron

 

PERUSAHAAN  farmasi berskala internasional, PT Ferron Par Pharmaceuticals  melakukan pemasangan panel surya yang berlokasi di atap pabrik di Cikarang, Jawa Barat.

Hal ini merupakan bagian dari inisiatif perusahaan  dalam mengembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan serta mewujudkan green manufacturing.  Peresmian PLTS PT Ferron Par Pharmaceuticals itu dilakukan pada Rabu (23/6) lalu. 
 
“Untuk menjalankan industri manufakturing yang efektif, efisien, dan berkesinambungan, PT Ferron Par Pharmaceuticals mengembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan melalui pembangunan Pembangkit listrik Tenaga Surya di tahun 2021. Bekerjasama dengan PT Cikarang Listrindo Tbk, kami melakukan pemasangan panel surya yang berlokasi di atap pabrik seluas 3.000 meter persegi dengan kapasitas sebesar 239 kiloWatt peak,” papar Direktur Utama PT Ferron Par Pharmaceuticals, Bapak Krestijanto Pandji dalam peresmian PLTS PT Ferron Par Pharmaceuticals secara virtual.

Kapasitas sebesar 239 KWP itu  adalah kapasitas PTLS terbesar yang ada Cikarang, Jawa Barat dan akan berkontribusi menurunkan emisi karbon sebesar 273 Ton per tahun.  Krestijanto juga memaparkan, PTLS PT Ferron Par Pharmaceuticals yang dibangun di atas atap pabrik seluas 3.000 m2 ini, mengoptimalkan pemanfaatan potensi energi surya di Indonesia yang besar, yakni sekitar 4,8 kWh/m2

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian Umar Khayam mengapreasiasi langkah Ferron. 

“Inilah upaya yang telah dilakukan PT Ferron Par Pharmaceuticals, salah satu perusahaan farmasi berskala internasional, menggunakan energi yang terbarukan yang ramah lingkungan serta mewujudkan Green Manufacturing melalui pembangunan dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 239 kWp dan menjadikannya PLTS terbesar di Cikarang, Jawa Barat,” ungkap  Khayam dalam sambutannya di acara tersebut.

Menurut Khayam, dalam RPJMN 2020-2024, pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim telah menjadi agenda prioritas nasional dalam kegiatan pembangunan di Indonesia.  Pemerintah telah menyampaikan komitmennya untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29%. Khayam juga menuturkan bahwa PLTS PT Ferron Par Pharmaceuticals turut berkontribusi dalam mencapai target pengurangan emisi tersebut.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Ayodhia G L Kalake, menyatakan bahwa ketergantungan terhadap energi fosil harus menjadi perhatian.  Ayodhia menegaskan bahwa pemerintah nantinya akan mendorong penggunaan energi tenaga surya.

“Sudah saatnya kita beralih ke energi baru terbarukan agar tidak tergantung pada energi fosil yang jumlahnya sangat terbatas dan akan habis,” ujarnya.

Deputy Commercial Director PT Cikarang Listrindo Tbk, Yudho Pratikto menambahkan, pemasangan PLTS atap  PT Ferron dimulai pada Maret   2021. Berkat kerja sama secara profesional dengan PT Ferron, pemasangan PLTS tersebut dapat rampung pada awal Juni 2021.

Meningkatkan Daya Saing
Krestijanto Pandji menyampaikan, implementasi PLTS juga meningkatkan daya saing di era Industri 4.0. Kinerja PLTS ini dijalankan
menerapkan tren teknologi industri 4.0, di mana PLTS akan terhubung dengan jaringan internet sehingga dapat dimonitor secara realtime. 

Upaya implementasi teknologi 4.0 ini juga sejalan dengan upaya Ferron untuk membangun kompetensi, sistem dan daya saing di tingkat nasional, regional hingga global. “Dengan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Ferron berupaya meningkatkan efisiensi proses produksi dalam menghasilkan produk bermutu dan bernilai ekonomis tinggi,” tutur  Krestijanto.

Ferron telah membuktikan diri melalui salah satu produk unggulan Glucient SR. Produk Glucient SR merupakan produk Metformin bagi penderita diabetes.  Produk ini berdaya saing tinggi dan menjadi produk farmasi Indonesia pertama yang berhasil menembus pasar UK pada tahun 2008. 

Kini produk  Glucient SR menjadi produk Metformin Sustain Release yang diresepkan melalui sistem jaminan kesehatan di Inggris dengan market share sekitar 25%. Bahkan saat ini tidak hanya diekspor ke Inggris tetapi juga ke negara Eropa lainnya yakni Belanda dan Polandia dengan nama produk Avamina SR. (RO/E-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aubrey Fanani

169 Ribu Pekerja Migran Cari Devisa di Tengah Pandemi

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 21 Januari 2022, 17:00 WIB
Pemerintah harus terus mempersiapkan para calon pahlawan devisa di tengah sempitnya lapangan pekerjaan di...
Dok SangkaraNFT.com

NFT Lokapasar Indonesia Berkolaborasi dengan Making Name Studio

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 21 Januari 2022, 16:52 WIB
NFT Lokapasar Indonesia Berkolaborasi dengan Making Name...
Dok. Pribadi

BRI-Pegadaian Teken Kerja Sama Layanan Digital Saving

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 21 Januari 2022, 16:07 WIB
Menurut Rudhy Sidarta, BRI telah menyiapkan sejumlah platform digital untuk masuk ke dalam ekosistem bisnis dalam melakukan sejumlah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya