Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INTEGRASI ekosistem usaha ultra mikro melalui holding BUMN Ultra Mikro (UMi) diyakini tidak akan menggerus keberadaan koperasi.
Langkah strategis pemerintah dalam pemberdayaan pelaku usaha di sektor ultra mikro itu bahkan dinilai bisa akan saling menguatkan dan bersinergi dengan koperasi.
Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan koperasi yang dalam menjalankan usahanya efisien tidak akan mati dengan adanya holding ultra mikro. Justru koperasi tersebut akan lebih kompetitif ke depan.
Eko menggarisbawahi masalahnya saat ini adalah ketiadaan dana murah yang dapat diakses masyarakat kecil.
Dia menilai saat ini persentase bunga pinjaman usaha masyarakat kecil lebih besar dibandingkan dengan korporasi. Dengan adanya upaya holding tersebut, akan ‘mewarnai pasar’ sehingga menjadi lebih kompetitif.
“Itu bukan mematikan koperasi. Itu menjadi challenge untuk bisa lebih efisien. Di situ perannya sebetulnya. Bagi koperasi yang tidak mau bersaing ini tekanan, berarti mereka mau mengambil untung terlalu besar. Koperasi seperti itu kapitalis, itu masalahnya,” ujar Eko menegaskan.
Eko pun menyebut, adanya holding ultra mikro akan menekan gerak rentenir ‘berbaju’ koperasi yang meresahkan masyarakat. Penyaluran kredit dari BRI, Pegadaian dan PNM akan lebih mudah dengan tingkat efisiensi yang menekan bunga dan cost of fund.
“Itu justru positif. Jangan dilihat ini ada pendatang baru di-drive BUMN, oleh pemerintah mau matikan koperasi. Justru ini akan membuat cost of fund atau biaya dana bagi UMKM lebih efisien dbandingkan sekarang. Sehingga hanya koperasi yang prudent dan kompetitif yang akan semakin berkembang,” imbuhnya.
Pelaku koperasi mengaku terbantu
Di sisi lain, ada kekhawatiran dari sebagian kalangan bahwa langkah pemerintah membentuk holding yang melibatkan BRI, Pegadaian dan PNM, akan menggerus keberadaan koperasi. Namun, kekhawatiran itu tertepis oleh pelaku usaha koperasi yang selama ini mendapat jasa layanan keuangan dari BRI.
Adalah Ratnawati selaku Finance and Accounting dari Koperasi Mandiri Bina Karya yang merupakan koperasi dari salah satu anak perusahaan PT PLN (Persero), yaitu PT Indonesia Comnets Plus. Ratnawati mengatakan sejak 2018 koperasi yang dikelolanya mendapatkan pinjaman dari BRI.
Menurut Ratnawati, adanya rencana pembentukan holding ultra mikro yang melibatkan BRI bersama PNM dan Pegadaian, merupakan langkah baik salah satunya pada efisiensi biaya jasa layanan keuangan, sehingga tentunya juga menguntungkan koperasi.
“Hubungan dengan BRI selama ini baik, pelayanannya bagus. SDM-nya men-support. Berapa yang kita butuhkan cepat responnya dari BRI. Dan bunga pinjaman nggak memberatkan masih normal. Tapi kalau nanti tercipta efisiensi akan sangat menguntungkan koperasi seperti kami,” ujarnya.
Hal itu diamini pula Dina Latifa, Kepala Pusat Koperasi Serba Usaha DKI Jakarta.
Dina mengatakan selama ini terbantu dengan kredit dari BRI karena bunga pinjaman tidak memberatkan. Namun memasuki masa pandemi, tidak sedikit usaha anggotanya yang terdampak sehingga dia berharap adanya keringanan. (RO/OL-09)
“Kerjasama dengan BRI kalau tidak salah sekitar 7 atau 8 tahun dan jujur saja merasa terbantu. Kalau ke depan jasa layanan bisa lebih efisien dan efeknya ke biaya layanan yang lebih murah ini akan sangat membantu koperasi seperti kami. Apa lagi menghadapi masa sulit,” tutupnya.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Perhelatan Inacraft 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) bukan sekadar ajang pameran kriya tahunan.
GUNA mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kereta api (KA) lintas selatan direncanakan berhenti di Stasiun Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.
Event ke-14 secara nasional ini tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi juga ruang penguatan spiritual dan silaturahmi umat.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved