Jumat 18 Juni 2021, 07:12 WIB

Mengenal Impor Emas untuk Bahan Baku

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Mengenal Impor Emas untuk Bahan Baku

MI/Usman Iskandar
Proses peleburan emas

 

BELAKANGAN terjadi polemik mengenai  impor emas yang dilakukan oleh pelaku  industri emas.

Ternyata, impor emas untuk menjadi bahan baku industri sudah lumrah dilakukan. Persepsi perbedaan perhitungan bea masuk harus diluruskan. 

Menurut Dosen Metalurgi Universitas Indonesia, Deni Ferdian impor emas gold casting bar dengan kategori pos tarif 7108.12.10 merupakan impor emas dalam bentuk bongkah, ingot, atau batang tuangan.

“Impor casting adalah yang umum, atau impor raw material yaitu berupa bahan baku, untuk Antam ya berarti bahan bakunya emas itu,” kata Deni dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Deni, impor casting bar bisa dipastikan harganya lebih murah, dan emasnya dalam bentuk batang tuangan. Oleh industri nantinya akan diolah menjadi produk jadi melalui pabrik pengolahan dan pemurnian

“Impor casting bar dalam bentuk cetak biasaya 1 kg guna memudahkan transportasi logistiknya,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, proses utama pada cara pembuatan emas ini yaitu melalui pencetakan (molding) dan penuangan (pouring). Ketika logam mulia sudah mulai dipanaskan dan dilebur, selanjutnya akan dituangkan ke dalam cetakan saat masih berbentuk cair. 

“Cetakan yang dibuat juga beraneka ragam sesuai dengan berat tertentu. Logam mulia cair tadi akan cepat padat,” katanya. 

Namun, jika masyarakat mencari investasi yang dilihat dari keindahannya, cast bar tidak tepat menjadi pilihan. Karena desainnya tidak rumit dan seadanya saja. Hal ini berbeda dengan proses minted bar, memiliki detail yang rumit, sulit untuk dipalsukan dan memiliki desain yang indah. 

Minted bar prosesnya lebih kompleks dibandingkan dengan cast bar. Lebih mudah diperjualbelikan. Minted bar banyak digunakan oleh pabrik yang terkenal dan lebih populer di dunia jadi bisa menambah investasi. Permintaan minted bar ini juga lebih banyak di dunia jadi lebih mudah dijual,” jelasnya.

Minted bar ini yang kerap kita lihat di butik-butik Antam, disertai embos/logo Antam sebagai tambahannya. Minted bar ini pun tersedia dalam beberapa ukuran yakni 0,5 gram, 5 gram, 10 gram dan seterusnya.

Terkait impor emas yang dilakukan Antam, perusahaan memperuntukkan sebagai bahan baku produk logam mulia. Antam melakukan impor gold casting bar sebagai bahan baku sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang nantinya akan dilebur dan diolah kembali menjadi produk hilir emas di pabrik pengolahan dan pemurnian yang dikelola Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia. (RO/E-1)
 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Polri Diminta Tak Lakukan Penangkapan Pelaku UMKM Tapi Pembinaan

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 13:33 WIB
Kemenkop-UKM dan Polri sepakat akan lebih mengedepankan pembinaan dan sosialisasi terhadap para pelaku UMKM terkait berbagai perizinan yang...
Antara/Fikri Yusuf

Pesawat Boleh Full Capacity, Penumpang Wajib Tes PCR Meski Telah Divaksin Penuh

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 12:49 WIB
Kementerian Perhubungan tengah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid 19 agar dapat diterbitkan Surat Edaran Satgas yang...
Ist

Sandiaga Uno: Peningkatan Kualitas Kemasan Dongkrak Pemasaran

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 12:46 WIB
Menparekraf Sandiaga mendorong pengembangan subsektor desain produk di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, lewat program Kabupaten/Kota...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya