Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
INDOSAT Ooredoo meraih penghargaan kategori Best Equitable Treatment of Shareholders dalam acara 12th IICD Corporate Governance (CG) Award yang diselenggarakan di Jakarta.
Penghargaan IICD merupakan tolok ukur utama akan tata kelola perusahaan yang baik di Indonesia. Penghargaan tersebut merupakan suatu pengakuan prestisius akan kemumpunian Indosat Ooredoo dalam melakukan tata kelola para pemegang sahamnya di antara para perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Dalam penghargaan tersebut, Indosat Ooredoo berhasil mendapatkan predikat yang sangat baik atas tata kelola manajemen kepemilikan saham, hak suara, dan pencegahan insider trading.
Baca juga: Cara Registrasi Kartu Telkomsel untuk Pelanggan Lama dan Baru
Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Natasha Nababan mengatakan, "Penghargaan ini merupakan suatu kehormatan yang luar biasa bagi Indosat Ooredoo mengingat kami dipilih di antara para perusahaan lain yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penghargaan ini tentunya memotivasi kami untuk terus melakukan pekerjaan yang lebih baik lagi, bukan hanya dalam tata kelola perusahaan, tetapi juga dalam aspek lain di seluruh perusahaan."
Menjelang malam penghargaan, Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) menyelenggarakan sebuah webinar bertajuk "The 10th ACGS Implementation: Road to ESG in Indonesia".
IICD menjabarkan hasil penilaian mereka terhadap 200 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kedua acara tersebut disatukan dan diberi nama "The 12th IICD CG Conference and Award", sebuah acara tahunan yang secara khusus diadakan untuk memberikan penghargaan kepada perusahaan publik di Indonesia yang berdedikasi penuh dalam menerapkan good corporate governance (GCG).
IICD sendiri merupakan organisasi nirlaba dengan keanggotaan yang terdiri dari beberapa sekolah bisnis terkemuka dan pakar industri, serta menyediakan pendidikan, penelitian dan mendorong penerapan praktik GCG dan kepemimpinan terbaik.
Sepuluh pakar IICD menggunakan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) untuk memberikan penilaian terhadap 200 perusahaan yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jumlah modal usahanya, yaitu kapitalisasi besar (BigCap) dan kapitalisasi menengah (MidCap).
Terdapat 10 kategori untuk masing-masing kelompok yaitu Best CG Overall, Best Financial Sector, Best Non-Financial Sector, Best State Owned Enterprise, Best Right of Shareholders, Best Equitable Treatment of Shareholders, Best Role of Stakeholders, Best Disclosure & Transparency, Best Responsibility of the Boards, dan Most Improved.
Dalam acara ini, IICD menganugerahkan 24 penghargaan kepada perusahaan BigCap dan 22 penghargaan kepada perusahaan MidCap, serta sejumlah perusahaan lainnya yang berhasil masuk ke dalam daftar Top 50 Companies with Best Corporate Governance Practices di Indonesia. Indosat Ooredoo masuk dalam kategori BigCap.
"Atas nama Indosat Ooredoo, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham perusahaan atas kesinambungan investasi dan dukungannya, begitu pula kepada para karyawan kami yang terus memberikan yang terbaik. Kami akan menggunakan momentum ini untuk terus membangun reputasi GCG yang solid dan menjadi emiten pilihan di Bursa Efek Indonesia," tutup Natasha. (RO/OL-1)
Sebagai bagian dari upaya tanggap bencana, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui program Indosat SIGAP menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga Desa Pasirlangu pada Kamis (29/1).
MENJELANG periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat infrastruktur jaringan di Jakarta Raya.
Mengantisipasi bencana sebagai dampak dari cuaca ekstrem menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), telah memetakan beberapa wilayah di Jawa Barat.
Jaringan Indosat yang begitu bagus, membuat saya tetap bisa berhubungan dan berkomunikasi dengan konsumen.
Pengecekan dapat dilakukan dengan beberapa cara sederhana. Berikut dua metode paling praktis yang bisa dicoba untuk melihat masa aktif Indosat.
"Total kerugian mencapai Rp49 triliun (setara US$3,3 miliar) atau rata-rata Rp1,7 juta per orang dalam 12 bulan terakhir,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved