Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kisah Neduh Kopi di Bandung, Bertahan dari Badai Pandemi

Naviandri
10/12/2025 14:25
Kisah Neduh Kopi di Bandung, Bertahan dari Badai Pandemi
.(MI/Noviandi)

Kafe Neduh Kopi, yang terletak di Jalan Terusan Ciliwung, Kota Bandung, tidak hanya menawarkan suasana yang teduh di bawah rindangnya pepohonan, tetapi juga menyimpan kisah perjuangan gigih keluar dari masa sulit akibat pandemi Covid-19. Kedekatan dengan dunia digital dan dukungan jaringan telekomunikasi menjadi kunci penting kelangsungan usaha ini.

Neduh Kopi, yang secara harfiah berarti tempat berteduh, memang memanfaatkan halaman rumah yang asri dengan pohon besar yang berfungsi sebagai peneduh alami, menjadikannya tempat favorit bagi anak muda dan mahasiswa di sore hari.

Pemilik Neduh Kopi, Ridzky Ahdhan, 36, menceritakan bahwa usaha kulinernya dirintis sejak 2019, namun baru beroperasi penuh pada awal 2020. Naas, baru seminggu dibuka, pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena pandemi.

“Baru satu minggu buka, pemerintah menerapkan PPKM. Jadi, pas sudah rilis, seminggu langsung disuruh tutup,” kenangnya.

Ridzky tidak menyerah. Selama kafe ditutup, ia memanfaatkan data konsumen yang pernah datang untuk beralih ke layanan pesan antar (delivery). Ridzky bersyukur, sebagai pengguna lama kartu Indosat (sejak 2004), ia merasa sangat terbantu dalam mempromosikan dan berkomunikasi dengan konsumen.

“Jaringan Indosat yang begitu bagus, membuat saya tetap bisa berhubungan dan berkomunikasi dengan konsumen. Jadi walau kafe tutup, masih bisa berjualan, terutama buat konsumen yang sebelumnya sudah pernah ke sini. Kami yang jemput bola,” terang Ridzky.

Selain digunakan sebagai media promosi utama, Ridzky mengungkapkan bahwa partner dan karyawannya secara kebetulan juga menggunakan provider yang sama. Hal ini mempermudah koordinasi internal.

“Jadi enak tuh ngobrolnya, kadang telepon buat koordinasi di internal tidak mengurangi pulsa. Jadi kalau walaupun tidak pakai kuota, bisa langsung telepon biasa karena tidak berbayar,” tambahnya.

Setelah kondisi normal pada 2021, Neduh Kopi bertransformasi, menata halaman, dan menambahkan atap agar pengunjung lebih nyaman. Sebelumnya, konsep kafe ini masih menyerupai kaki lima.

Lulusan desain grafis ini, yang telah mencoba berbagai bisnis sejak 2012, kini fokus pada inovasi kuliner. Neduh Kopi memiliki menu andalan bernama Kojo, yang dalam bahasa Sunda berarti andalan.

“Kojo tuh kopi hejo, campuran kopi sama green tea,” jelas Ridzky.

Dalam waktu dekat, Neduh Kopi juga berencana mengeluarkan inovasi baru berupa kopi dalam kemasan kaleng ready to go, menunjukkan optimisme Ridzky untuk terus beradaptasi dan berkembang dalam bisnis kuliner berbasis digital. (NV/P-5)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik