Minggu 06 Juni 2021, 19:05 WIB

Kala Inggris Bersiap Diri Jadi Pemimpin Energi Hijau Dunia

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Kala Inggris Bersiap Diri Jadi Pemimpin Energi Hijau Dunia

AFP/Glyn Kirk
Inggris mengembangkan tenaga angin untuk pembangkit listriknya

 

PEMERINTAH Inggris berencana untuk menjadi pemimpin dalam penerapan energi baru dan terbarukan. Sejumlah langkah pun telah dipersiapkan. 

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah menetapkan rencana baru untuk Build Back Greener dengan menjadikan Inggris sebagai pemimpin dunia dalam energi angin lepas pantai - menciptakan lapangan kerja, memangkas emisi karbon, dan meningkatkan ekspor.  

Keseriusan pemerintah Inggris dalam hal energi terbarukan dibuktikan dengan alokasi dana sebesar 160 juta poundsterling untuk itu. Anggaran tersebut dialokasikan untuk meng-upgrade pelabuhan dan infrastruktur di negara ini, seperti di Teesside dan Humber di Inggris Utara, Skotlandia, dan Wales. 

Langkah-langkah tersebut akan meningkatkan kapasitas angin lepas pantai yang mampu memenuhi 10% kebutuhan listrik di Inggris, dan dicatat sebagai sebuah Langkah pemanfaatan angin lepas pantai terbesar di dunia. Inggris berharap tindakan tersebut dapat membawa negara itu berada pada garis depan revolusi industri hijau.

“Kami fokus bekerjasama dengan semua negara untuk melakukan upaya bersama yang konsisten di empat bidang yaitu dengan membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat, memungkinkan komunitas dan habitat alami untuk beradaptasi dengan dampak perubahan iklim, memobilisasi pendanaan iklim, dan bekerja sama untuk melakukan aksi nyata,” jelas Presiden Climate Change Conference of the Parties ke-26 Alok Sharma dalam kunjungannya ke Jakarta baru-baru ini.

Kunjunggannya itu  menjelaskan persiapan pemerintah Inggris mensukseskan KTT yang akan mempertemukan para negosiator iklim dari 196 negara serta pelaku bisnis, organisasi, para ahli dan pemimpin dunia di SEC Centre, Glasgow. Pemerintah Inggris telah  memastikan perhelatan COP26 akan tetap digelar di Glasgow pada 1-12 November mendatang dengan standar protokol kesehatan dan keamanan yang ketat. 

Enam tahun sejak COP21, saat Perjanjian Paris disetujui dan dunia sepakat untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5C, KTT tahun ini akan menjadi tempat bagi semua negara berkomitmen untuk melakukan tindakan yang diperlukan demi menjaga target ini agar tetap hidup.

Pemerintah Inggris juga membuka peluang kerja sama dengan negara-negara lain di dunia untuk meningkatkan partisipasinya dalam penggunaan energi terbarukan. Inisiatif ini termasuk bergabung dengan masyarakat sipil serta korporasi dan berbagi pengalaman yang pernah dilakukan Inggris untuk meningkatkan pengelolaan energi terbarukan.
Beberapa proyek energi terbarukan dari pemanfaatan air, angin, dan tenaga surya dengan teknologi Inggris diantaranya  adalah energi air

Inggris telah memanfaatkan energi air sebagai pembangkit listrik sejak tahun 1879, menjadikan negara yang dikenal dengan pasir putihnya sebagai pionir dalam hal ini. Saat ini kapasitas pembangkit listrik tenaga air di Inggris mampu menyumbang 4.700 MW tenaga air dengan instalasi yang dipasang di daerah-daerah basah dan bergunung seperti Wales dan barat laut Skotlandia.

Teknologi pemanfaatan energi air di Inggris juga terus berkembang dan dapat dibangun di area yang sangat terbatas. Jika energi air umumnya identik dengan instalasi seperti waduk yang membutuhkan lahan yang sangat besar, Inggris kini mengembangkan cara baru untuk memanfaatkan dan memasang instalasi pembangkit listrik tenaga air yang menggunakan lahan lebih kecil. 

Salah satu contoh pemanfaatan energi angin yang sukses dikembangkan oleh perusahaan Inggris berada di Cape Verde, negara kepulauan di lepas pantai barat laut Afrika. 

Masyarakat di sana hidup dengan harga listrik yang mahal karena tingginya penggunaan generator. Melihat kondisi ini, Cape Verde memutuskan untuk mulai menghasilkan energi terbarukan sendiri. Salah satunya adalah bekerja sama dengan Ryse Energy untuk menyediakan akses energi yang dapat diandalkan bagi sebuah desa berpenduduk 700 orang yang sebelumnya hidup tanpa energi. 

Proyek pemanfaat energi angin di sini menghasilkan 140,000 kWh listrik per tahun yang memberi manfaat bagi 700 penduduk desa,  mengurangi 54 ton CO2 per tahun atau setara dengan menanam 110 pohon. Pemanfaatan energi angin ini merupakan bagian dari agenda "energi berkelanjutan untuk semua" di Cape Verde yang menargetkan penggunaan 100% listrik dari sumber daya terbarukan pada tahun 2025.
 
Data menunjukkan bahwa, saat ini pemanfaatan tenaga surya di Inggris mampu memenuhi 4% kebutuhan listrik—naik dari 3,1% pada tahun 2016. Energi surya adalah energi terbarukan ketiga yang paling banyak dimanfaatkan di Inggris.  Salah satu proyek energi Surya yang sangat dikenal di Inggris adalah pembangkit listrik tenaga surya terapung di Waduk Ratu Elizabeth II, dekat London.

Pada Maret 2016, Lightsource Renewable Energy, salah satu pengembang tenaga surya terbesar di Eropa asal Inggris, berhasil memasang dan menyelesaikan 6,3MW pembangkit listrik tenaga surya terapung dan menghubungkan instalasi ini langsung ke jaringanterdedikasi milik Thames Water – perusahaan swasta yang bertanggung jawab atas pasokan air publik dan pengolahan air limbah di sebagian besar kota London. 

Pasokan energi surya ini didesain untuk memenuhi sekitar 20% kebutuhan energi pabrik di Inggris, sebagai bagian dari upaya Thames Water untuk menghasilkan sepertiga dari energinya secara mandiri. Seluruh instalasi dibangun di pinggir waduk dan kemudian didorong ke waduk meliputi 61.000 platform terapung yang dibangun sebagai penyangga bagi 23.046 panel surya. 

Posisi Indonesia

Indonesia memiliki sumber daya alam air, angin, dan surya yang begitu berlimpah. Dengan alam Indonesia yang terdiri dari pegunungan dan lautan, lebih dari 17,000 pulau yang terbentang serta letaknya di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki sumber energi alam yang begitu besar. 

Air, angin, dan dan sinar matahari yang ada di bumi Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dikelola menjadi energi terbarukan. Dengan total potensi menghasilkan energi terbarukan sebesar 400 gigawatt, pemanfaatan yang baru mencapai 2,5% atau sebesar 10 gigawatt dinilai masih sangat perlu ditingkatkan. 

Pemerintah pun telah menetapkan target ambisius sebesar 23% dari bauran energi akan berasal dari energi baru dan terbarukan. Hal ini sejalan dengan  kekayaan alam menjadi energi air, panas bumi, bio energi, angin, matahari, hingga arus laut yang bisa dimanfaatkan utnuk tujuan itu. 

Belajar dari dan bekerja sama dengan Inggris bisa menjadi salah satu cara mewujudkan ambisi energi terbarukan Indonesia. (E-1)
 

Baca Juga

MI/Vicky Gustiawan.

Asuransi Rangka Kapal Milik Jasindo Tumbuh Signifikan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 21:51 WIB
Salah satu pertumbuhan positif tersebut tercatat di lini bisnis asuransi rangka...
Dok kemenhub

Menhub Sebut Integrasi Data Secara Digital Percepat Layanan Pelabuhan

👤RO/Micom 🕔Sabtu 27 November 2021, 19:22 WIB
Pelabuhan Tanjung Priok mengelola hampir 70% kegiatan ekspor-impor...
Antara

Bali Sepi Penerbangan Internasional, Kemenparekraf Galang Kerja Sama dengan Hongaria

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 27 November 2021, 17:29 WIB
Bali masih sepi dari penerbangan internasional, sejak dibuka Oktober tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya