Selasa 25 Mei 2021, 18:23 WIB

Temui Kapolri, Gus Menteri Ajak Polri Kawal Dana Desa

mediaindonesia.com | Ekonomi
Temui Kapolri, Gus Menteri Ajak Polri Kawal Dana Desa

DOK KEMENDES PDTT
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar (kanan) bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi Abdul Halim Iskandar didampingi Sekjend Kemendes PDTT Audensi Dengan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo membahas Tentang Naskah perjanjian Hukum bidang Desa daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Mabes Polri, Selasa, 22/5/2021.


MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar bertemu Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/5).
 
Dalam pertemuan tersebut, Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Taufik Madjid, Inspektur Jenderal Kemendes PDTT Ekatmawati, dan  Plt. Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan Rosyidah Rachmawati.
 
Rosyidah Rahmawati mengatakan, kunjungan Gus Menteri ke Mabes Polri adalah untuk menyampaikan apresiasi ke Kapolri beserta jajarannya yang selama ini telah membantu, mendampingi, dan mendukung Kemendes PDTT dalam mengawal dana desa. “Gus Menteri meminta Kapolri beserta jajarannya untuk tetap memberikan dukungan dan pengawalan terhadap Kemendes PDTT, utamanya dana desa,” jelasnya.

Baca Juga: Digitalisasi Juga Sampai ke Desa
 
Selain itu, lanjut Rosyidah, dalam pertemuan tersebut, Gus Menteri menjelaskan prioritas penggunaan dana desa 2021 yang diarahkan untuk pencapaian SDGS Desa.  “Gus Menteri juga menyampaikan terkait dengan badan hukum BUMDes yang sekarang secara aspek legal, badan hukumnya sudah diakui sebagai badan hukum dengan adanya Undang-undang Cipta Kerja,” ungkapnya.
 
Selain akan mendukung program-program Kemendes PDTT sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dan desa, lanjut Rosyidah, Polri juga akan meluncurkan program Restorasi Justice. Dalam program ini,  Polri akan melakukan pendampingan ke masyarakat. Program Restorasi Justice lebih mengutamakan pencegahan daripada penanganan kasus sehingga bagaimana suatu kasus tidak terjadi di jalur hukum. 

Program Restorasi Justice lebih mengedepankan keadilan kedua belah pihak yang bermasalah daripada dibawa ke jalur hukum. Misalnya, jika ada pencurian ayam di desa maka akan diupayakan selesai secara adat, tanpa harus berlanjut ke jalur hukum. 
 
“Gus Menteri menyambut baik program Restorasi Justice Polri dan akan menyosialisasikannya di desa-desa, karena program ini sesuai dengan SDGs Desa goals ke-18, kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif,” jelas Rosyidah. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara

Stabilitas Sistem Keuangan 2021 Tetap Terjaga

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 20 Januari 2022, 11:54 WIB
Stabilitas sistem keuangan pada 2021 terjaga dengan baik. Ini ditunjukkan dengan indeks sistem keuangan yang terkendali dan perbaikan...
Antara

Presiden Minta OJK Perkuat Pengawasan untuk Cegah Investasi Bodong

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 20 Januari 2022, 11:42 WIB
Presiden Joko Widodo meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas-aktivitas jasa keuangan di...
ANTARA FOTO/Indrayadi TH

Jokowi: Kebijakan OJK Harus Mampu Cegah Meluasnya Dampak Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 11:21 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan instrumen kebijakan dan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus mampu mencegah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya