Senin 03 Mei 2021, 19:00 WIB

Ini Saran Mendag Agar Masyarakat Mau Beli Produk Lokal

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Ini Saran Mendag Agar Masyarakat Mau Beli Produk Lokal

Antara
Pengunjung memilih produk fesyen di salah satu stan pameran UMKM.

 

MESKI pemerintah gencar mengkampanyekan program Bangga Buatan Indonesia (BBI), namun Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengakui bahwa masyarakat tidak bisa dipaksa untuk membeli produk lokal.

Dia pun menyarankan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk menyiapkan produk yang berkualitas dengan harga kompetitif, agar dilirik masyarakat luas.

"Kita tidak bisa paksa orang untuk berbelanja barang buatan Indonesia. Kita bisa memastikan barang yang dijual itu kompetitif, harganya menarik. Yang penting itu enak dipakai dan harganya terjangkau," jelas Lutfi dalam diskusi virtual, Senin (3/5).

Baca juga: Teten: UMKM Miliki Kemampuan Adaptasi Luar Biasa

Lebih lanut, Mendag mencontohkan produk jaket tenun Indonesia yang dianggap memiliki persoalan pelik. Seperti, memakan ongkos pengiriman barang yang mahal. Contohnya, dikirim dari Nusa Tenggara Timur dengan biaya mencapai Rp2 juta.

Belum lagi, jaket atau produk UMKM yang tidak memiliki keunikan dibandingkan produk asing. Hal ini bakal menghambat daya saing produk lokal di pasar dalam negeri. "Kalau tidak bisa membuat unik barang di e-commerce, tidak akan menarik, akan sulit dijual," imbuh Lutfi.

Baca juga: Stabilitas Sistem Keuangan RI Masih dalam Kondisi Normal

Oleh karenanya, pemerintah memberikan pelatihan terhadap pelaku UMKM, khususnya di daerah. Tujuannya, meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produk.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga menyebut kesulitan yang dialami pelaku UMKM ialah saat terjun dalam dunia digital atau on boarding. Kesulitan lainnya dalam hal pengemasan barang dan merespons konsumen saat menjual barang di platform e-commerce.

"Setelah on boarding banyak yang mikir tidak perlu di-mantain (dijaga) produknya. Padahal tidak begitu, harusnya ada peningkatan dari (kualitas) barang," tutur Bima.(OL-11)
 

 

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Bantu Peternak, Kementan Fasilitasi Distribusi Jagung dari NTB

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 17:23 WIB
Dia juga menegaskan, fasilitasi distribusi untuk komoditas lainnya seperti cabai dan bawang juga telah...
Antara

Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Selama Lebaran Hanya 70-80%

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 16:45 WIB
APPBI menyebut tingkat kunjungan pada periode itu cenderung lebih rendah dibandingkan masa jelang Lebaran, yakni awal Mei...
Antara/Siswo Widodo

Petani Tolak Revisi Permenperin 3/ 2021 Untuk Legalkan Pabrik GKR

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Mei 2021, 15:55 WIB
Di Jawa Timur sejak dahulu memang tidak ada pabrik gula yang memproduksi GKR. Pabrik yang ada diarahkan untuk menyerap gula hasil tebu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya