Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI pemerintah gencar mengkampanyekan program Bangga Buatan Indonesia (BBI), namun Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengakui bahwa masyarakat tidak bisa dipaksa untuk membeli produk lokal.
Dia pun menyarankan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk menyiapkan produk yang berkualitas dengan harga kompetitif, agar dilirik masyarakat luas.
"Kita tidak bisa paksa orang untuk berbelanja barang buatan Indonesia. Kita bisa memastikan barang yang dijual itu kompetitif, harganya menarik. Yang penting itu enak dipakai dan harganya terjangkau," jelas Lutfi dalam diskusi virtual, Senin (3/5).
Baca juga: Teten: UMKM Miliki Kemampuan Adaptasi Luar Biasa
Lebih lanut, Mendag mencontohkan produk jaket tenun Indonesia yang dianggap memiliki persoalan pelik. Seperti, memakan ongkos pengiriman barang yang mahal. Contohnya, dikirim dari Nusa Tenggara Timur dengan biaya mencapai Rp2 juta.
Belum lagi, jaket atau produk UMKM yang tidak memiliki keunikan dibandingkan produk asing. Hal ini bakal menghambat daya saing produk lokal di pasar dalam negeri. "Kalau tidak bisa membuat unik barang di e-commerce, tidak akan menarik, akan sulit dijual," imbuh Lutfi.
Baca juga: Stabilitas Sistem Keuangan RI Masih dalam Kondisi Normal
Oleh karenanya, pemerintah memberikan pelatihan terhadap pelaku UMKM, khususnya di daerah. Tujuannya, meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produk.
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga menyebut kesulitan yang dialami pelaku UMKM ialah saat terjun dalam dunia digital atau on boarding. Kesulitan lainnya dalam hal pengemasan barang dan merespons konsumen saat menjual barang di platform e-commerce.
"Setelah on boarding banyak yang mikir tidak perlu di-mantain (dijaga) produknya. Padahal tidak begitu, harusnya ada peningkatan dari (kualitas) barang," tutur Bima.(OL-11)
Tommy mengatakan meningkatkan nilai HPE konsentrat tembaga juga dipengaruhi tingginya permintaan industri global terhadap tembaga.
Jadi sumbangannya dalam bentuk makanan instan, kemudian pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya yang sudah kami identifikasi yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita.
Impor pakaian bekas ini selalu terjadi di mana pun. Pelaku juga sudah punya jaringan dan bekerja secara profesional.
KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) memusnahkan sebanyak 16.591 balpres pakaian bekas impor ilegal dari 19.931 temuan balpres pakaian bekas impor ilegal.
Pemerintah secara serius menargetkan penurunan signifikan pada biaya logistik nasional dalam rangka meningkatkan daya saing industri dan nilai tambah perekonomian.
TEMUAN pestisida etilen oksida pada produk mi instan merek Indomie Rasa Soto Banjar Limau Kulit yang beredar di Taiwan tengah ramai. Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka suara
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved