Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMPAT terimbas pandemi Covid-19, sektor properti mulai bertumbuh di awal tahun ini. Pemerintah mengeluarkan berbagai stimulus di bidang properti untuk meningkatkan minat masyarakat serta mendorong pemulihan ekonomi.
Pihak perbankan pun mendukung langkah pemerintah tersebut dengan mengeluarkan program untuk nasabah dengan suku bunga murah.
Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, pertumbuhan penjualan properti residensial mengalami kontraksi cukup mendalam pada Triwulan III tahun 2020 yakni -30,93% (yoy).
Pada Triwulan IV tahun 2020, pertumbuhan penjualan properti residensial tercatat membaik meskipun masih terkontraksi sebesar -20,59%.
Pemerintah pun mengeluarkan stimulus untuk mendorong pertumbuhan sektor properti di tengah pandemi ini seperti insentif dengan membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk pembelian rumah dengan harga di bawah Rp 1 miliar dan pemotongan 50% PPN untuk rumah di kisaran harga Rp 2-5 miliar.
Tak hanya pemerintah, pihak perbankan juga mengambil bagian mempercepat pemulihan ekonomi dengan mendongkrak pertumbuhan penyaluran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).
"Tahun 2021 diproyeksikan industri properti akan bangkit. Hal ini didukung oleh stimulus pemerintah. Kami menyadari bahwa sumber pembiayaan utama dalam pembelian properti residensial adalah dengan fasilitas KPR. Data SHPR Bank Indonesia Triwulan IV tahun 2020 mencatat bahwa 75,31% pembiayaan berasal dari fasilitas KPR,” kata Chief of Retail & SME Business Bank Commonwealth Ivan Jaya, melalui rilis yang diterima, Senin (26/4).
Untuk itu, Ivan melanjutkan, perbankan menyediakan program yang memudahkan masyarakat dapat memiliki rumah dengan fasilitas KPR.
Di sisi lain, penyaluran kredit di tengah suku bunga rendah saat ini juga dapat mendorong sektor properti makin bergeliat. Ivan menjelaskan, dalam mendorong pertumbuhan penyaluran kredit saat ini, Bank Commonwealth mengeluarkan program Mortgage Fixed Rate dengan bunga yang kompetitif mulai dari 4,99%. Program ini diluncurkan agar nasabah mendapatkan kepastian nominal angsuran di masa pandemi ini.
Tak hanya itu, Bank Commonwealth juga berpartisipasi dalam program nasional Sinar Mas Land yang bertajuk “Wish for Home” yang berlaku pada periode Maret – Desember 2021. Wish for Home dari Sinar Mas Land hadir sebagai dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan hunian di masa pandemi.
Managing Director Sinar Mas Land Alim Gunadi menilai bahwa kebutuhan akan hunian baru sebenarnya masih tinggi. Program Wish For Home diluncurkan sebagian bagian dari upaya Sinar Mas Land untuk mengatasi masalah backlog rumah di Indonesia yang mencapai 11,4 juta.
“Walaupun mungkin 60%-70% itu adalah mungkin rumah menengah ke bawah, tetapi itu opportunity yang harus kita lihat bahwa backlog ini kalau kita tidak penuhi akan semakin besar. Karena kalau kita lihat pertumbuhan Gen Y yang akan sangat mendominasi populasi, pasti akan butuh hunian baru. Karena memang terus terang saya selalu sampaikan bahwa seumur hidup, kita tidak terlepas dari properti,” ujar Alim. (E-1)
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
SINAR Mas Land melalui Digital Hub menerima kunjungan delegasi tingkat tinggi British Council bersama perwakilan lebih dari 25 universitas terkemuka Inggris.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, insan pers, dan pelaku industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kawasan timur Jakarta terus menguat sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi regional. Kabupaten Bekasi mencatat realisasi investasi mencapai Rp61,8 triliun.
Sinar Mas Land membidik perputaran ekonomi dari belanja, okupansi hotel, dan agenda MICE lewat pembukaan ARTOTEL Living World Grand Wisata Bekasi pada Jumat (6/2).
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
LINKTOWN kembali menorehkan prestasi gemilang di industri properti nasional dengan meraih One Smile Club Award 2026 dari Sinar Mas Land.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved