Jumat 23 April 2021, 15:08 WIB

Pekan Ke-2 Puasa, Harga Daging Ayam hingga Cabe Rawit Kompak Turun

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pekan Ke-2 Puasa, Harga Daging Ayam hingga Cabe Rawit Kompak Turun

Antara/Arnas Padda P
Pedagang ayam potong di Pasar Toddopuli, Makassar melayani pembeli

 

BEBERAPA komoditas harga pangan terlihat mengalami penurunan selama beberapa terakhir, seperti harga daging ayam ras, telur ayam hingga cabe rawit terlihat turun secara nasional pada pekan kedua Ramadhan atau tepatnya pada perbandingan data Rabu (21/4) dan Kamis (22/4).

Dalam ews.kemendag.go.id, terpantau harga daging ayam ras turun 0,27% dari Rp36.500 per kilogram (kg) pada (21/4) menjadi Rp36.400 per kg pada (22/4). Kemudian, harga telur ayam ras juga menunjukkan penurunan dari Rp26.400 per kg menjadi Rp26.300 per kg. Harga cabai merah besar juga menyusut 1,5% dari Rp46.700 per kg menjadi Rp46.000 per kg.

Baca juga: 2,5 Juta Peserta Kartu Prakerja Sudah Terima Insentif

Untuk cabai merah keriting pada (21/4) sebesar Rp46.200 per kg, merosot 1,95% menjadi Rp45.300 per kg pada (22/4). Harga cabai rawit merah juga menurun dari Rp72.300 per kg, menjadi Rp71.700. Begitu pun dengan harga bawang putih honan yang turun tipis dari Rp28.700 per kg, menjadi Rp28.600.

Untuk harga beras premium dan medium terpantau stabil, dengan angka Rp12.400 per kg, sedangkan harga beras medium sebesar Rp10.600 per kg. Harga minyak goreng kemasan juga dilaporkan Kementerian Perdagangan stabil di angka Rp13.700 per liter.

Kementerian Pertanian juga menegaskan saat ini produksi komoditas pangan dalam kondisi aman, terutama menghadapi lebaran tahun 2021. Kuntoro Boga Andri Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, mengatakan ada 11 komoditas utama yang dipantau secara ketat oleh pihaknya.

"Ketersediaannya kita pastikan tidak mengalami kekurangan stok, sehingga masyarakat aman dan nyaman menjalankan ibadah puasa dan menghadapi lebaran,” kata Kuntoro dalam keterangannya, (22/4).

Adapun 11 komoditas tersebut antara lain beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam, gula pasir, dan terakhir minyak goreng. Semua komoditas ini dilakukan pemantauan harian dan kebutuhannya.

Kementan diakui Kuntoro memiliki sistem monitoring komoditas pertanian harian, baik aspek produksi maupun stok, termasuk harga.

"Dengan sistim ini kami monitoring daerah surplus dan defisit sehingga langkah antisipasi maupun supportif bisa dilakukan dengan cepat,” pungkasnya. (OL-6)

Baca Juga

Dok.BNI

BNI Gandeng JRB Fasilitasi Pinjaman Yen ke Ichii Industries Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 15:32 WIB
BNI berupaya proaktif dalam menjalankan peran sebagai agen pembangunan yang memfasilitasi masuknya investasi ke Tanah...
ANTARA FOTO/Fauzan

AirAsia Resmi Kembali Terbangkan Rute Bali-Perth

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 16 Mei 2022, 14:44 WIB
Penumpang penerbangan QZ537 dari Perth ke Bali membawa 142 penumpang yang mayoritas adalah Warga Negara...
Foto/Courtesy Youtube

Survei Ungkap 56,4% Responden Masih Sulit Dapatkan Minyak Goreng

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 16 Mei 2022, 14:16 WIB
Hasil survei Lembaga Indikator Politik Indonesia menunjukkan  tingkat kesulitan mendapatkan minyak goreng menurun menjadi 56,4% pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya