Jumat 23 April 2021, 06:45 WIB

Target Produksi 1 Juta Kompor Listrik Yakin Tercapai

insi Nantika Jelita | Ekonomi
Target Produksi 1 Juta Kompor Listrik Yakin Tercapai

MI/Dwi Apriani
Memasak dengan kompor listrik.

 

MENTERI  Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong industri manufaktur untuk menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat, seperti kompor listrik.

Pihaknya berkeyakinan industri lokal mampu memproduksi satu juta produk tersebut.

“Salah satu sektor industri yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat, contohnya adalah produsen kompor listrik,” ungkap Agus dalam keterangannya, Kamis (22/4).

Guna mendukung program 1 juta kompor listrik ini, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier telah memastikan kemampuan produksi dari industri dalam negeri.

'Kami optimistis industri dalam negeri mampu untuk memenuhi kebutuhan produksi satu juta kompor listrik,” imbuhnya.

Taufiek menjabarkan, ada dua industri dalam negeri yang sudah memproduksi kompor listrik (induksi). Yang pertama ialah PT. Adyawinsa Electrical and Power. Merek produknya adalah Myamin, dengan kapasitas produksi 17.000 unit per tahun untuk satu lini produksi dan dapat ditingkatkan hingga delapan lini produksi.

Kemudian PT. Maspion, dengan merek Maspion, yang memiliki kapasitas sebanyak 300.000 unit per tahun.

Di samping itu, Taufiek mengaku pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan PT. Hartono Istana Teknologi (Polytron) yang telah menyatakan kesiapannya untuk memproduksi kompor listrik.

Untuk memastikan Program Konversi 1 Juta Kompor Listrik ini dapat berjalan dengan dukungan dari industri dalam negeri, Kemenperin akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dewan Energi Nasional (DEN), serta K/L terkait untuk menyusun strategi bersama dalam meningkatkan pererapan kompor listrik/induksi hasil produksi dalam negeri.

Dijelaskan, program Konversi 1 Juta Kompor Listrik/Induksi yang telah diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui penandatanganan MoU untuk diversifikasi kompor gas LPG menjadi kompor listrik.

Pemerintah menyebut dapat menghemat Rp60 triliun dari nilai impor LPG serta merupakan salah satu upaya untuk memaksimalkan cadangan listrik yang ada untuk dialihkan penggunaannya agar masyarakat dapat beralih ke kompor listrik. (E-1)

Baca Juga

Ist/Kementan

Kementan Berkomitmen Tingkatkan Ekspor Sarang Burung Walet

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Mei 2021, 10:01 WIB
Direktur Jenderal PKH, Nasrullah menyampaikan, Indonesia sampai saat ini masih menjadi penghasil sarang walet terbesar di dunia dengan...
Dok Kemenag

Kemenag Siapkan Skema Khusus Sertifikasi Halal

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 11 Mei 2021, 07:32 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang  berkomitmen untuk mempercepat realisasi Kawasan Industri Halal di berbagai wilayah. Dan Kemenag...
Dok Tugu Insurance

Tugu Insurance Bagikan Dividen Rp92,8 Miliar

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 11 Mei 2021, 06:30 WIB
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menyepakati untuk pemberian dividen...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Transformasi Kota Tua

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta bergandengan tangan bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya