Kamis 01 April 2021, 20:35 WIB

Berdayakan Anak Muda untuk UMKM dan Pertanian

M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Berdayakan Anak Muda untuk UMKM dan Pertanian

Youtube Media Indonesia.
Indonesia Bicara, Kamis (1/4).

 

PT Widodo Makmur Perkasa tengah serius melibatkan anak muda dalam dunia UMKM dan pertanian. Perusahaan yang memproduksi bahan pangan dan penyediaan papan tersebut memberikan pendidikan kepada anak muda agar mampu berdiri sendiri di dunia usaha.

"Membentuk klaster anak muda tersebut harus membuat kepengurusan snediri sehingga mampu berdiri sendiri," kata Chairman and CEO PT Widodo Makmur Perkasa, Tumiyana, dalam webinar Indonesia Bicara: Membangkitkan Potensi UMKM yang diadakan Media Indonesia, Rabu (1/4).

Dengan klaster tersebut, lembaga keuangan akan tidak takut untuk gagal karena dari PT Widodo Makmur Perkasa juga terus memberikan bimbingan. "Klaster tersebut diorganisasi dalam koperasi yang kemudian menjadi badan usaha. PT Widodo Makmur Perkasa membuat pabrik tepung telur dan likuid telur. Ketika production over, bisa perpanjang distribusinya," jelasnya.

Saat ini pelaku UMKM yang berkolaborasi dengan PT Widodo Makmur Perkasa mencapai 4.025 yang terklaster tanaman, jagung yang dioptik menjadi pakan ternak, peternak broiler, UMKM khusus sapi, dan lainnya.

"Khusus untuk kebutuhan jagung di PT Widodo Makmur Perkasa di ujung tahun nanti membutuhkan 35 ribu ton, sehingga konversi ke lahan jika panen 2 kali sekitar 17 ribu hektare," ujar Tumiyana.

Dirinya menyampaikan bahwa pihaknya berencana memaksimalkan peran anak muda jika diberi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp500 miliar untuk menanam jagung atau bahan pakan ternak seluas 1.000 hektare. Ini menarik 500 orang untuk bekerja dengan asumsi luas tanam 2 hektare.

Di kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kemenkop dan UKM Rulli Nuryanto melihat konsep yang dilakukan PT Widodo Makmur Perkasa untuk mendidik anak muda dapat meningkatkan skala ekonomi usaha tersebut. "Secara konsep sudah sama untuk mendorong anak muda berwirausaha dan kembali ke sektor pertanian karena dari hasil survei yang mampu tumbuh adalah sektor pertanian," ucapnya.

Direktur Utama PT BRI Sunarso menilai UMKM lebih membutuhkan edukasi, bimbingan, dan binaan daripada advokasi. Edukasi membuat posisi UMKM bisa sejajar dengan lembaga pembiayaan sehingga daya tawarnya tinggi dan mendapatkan pembiayaan dengan harga murah.

"Contohnya membentuk klaster atau badan hukum bisa memudahkan lembaga pembiayaan dan mengurangi risiko. Pemilihan sektor industri juga harus tahu titik ekonomi yang cepat pulih," ungkapnya.

Sunarso mengatakan salah satu yang bisa menumbuhkan perekonomian yaitu pertumbuhan kredit. Ini bisa diperoleh dengan berbagai cara antara lain menurunkan suku bunga, mendorong konsumsi rumah tangga, dan faktor lain. Secara tidak langsung, permintaan tepung telur atau likuid telur yang diproduksi oleh PT Widodo Makmur Perkasa bisa banyak karena konsumsi naik sehingga ekonomi berputar. (OL-14)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Presiden Apresiasi Perusahaan Berkinerja Ekspor Baik 

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:30 WIB
“Saya menyampaikan selamat kepada para eksportir Indonesia penerima penghargaan Primaniyarta. Bapak ibu telah membantu percepatan...
Antara

Kementerian Perindustrian dan Pemprov Jabar Bawa Industri Halal hingga Ekonomi Kreatif ke Dubai Ekspo

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:28 WIB
Pememprov turut meramaikan Paviliun Indonesia dengan memamerkan produk...
AFP/Ahmad El Itani/Saudi Aramco.

Saudi Aramco Targetkan Nol Emisi Karbon pada 2050

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:19 WIB
Arab Saudi, pengekspor minyak mentah utama dunia, mengatakan akan bergabung dengan upaya global untuk mengurangi emisi metana hingga 30%...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya