Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNYATAAN Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak melakukan impor beras hingga Juni 2021 bisa membuat suasana pasar mereda setalah gonjang-ganjing isu impor 1 juta ton.
Anggota Komisi IV Fraksi NasDem Charles Meikyansyah mengatakan, pernyataan tersebut merupakan respon yang sangat tepat dan penting dilakukan oleh presiden untuk isu rencana impor beras 1 juta ton.
Pernyataan presiden tersebut juga menjadi kabar gembira bagi petani. "Dengan pernyataan presiden yang tepat itu menurut saya akan meredakan suasana pasar yang sempat gonjang-ganjing," kata Charles kepada Media Indonesia, Sabtu (27/3).
Alasannya ada efek psikologis yang ditimbulkan dengan wacana impor beras itu. Artinya bisa melihat pasar merespon dengan sangat cepat dan yang terkena efek langsung adalah petani.
"Petani yang merasakan langsung dan tiba-tiba mereka sedang melakukan panen raya Maret-April ini terkena imbas atas informasi rencana impor itu. Sehingga dengan adanya statement (pernyataan) Presiden Jokowi bahwa tidak ada impor sampai pengkajian ulang pada Juni 2021 itu merupakan keputusan yang sangat tepat, cepat, dan penting merespon kondisi pasar," jelas Charles.
Baca juga : Indonesia Tidak Perlu Impor Beras Sepanjang 2021
Selain itu, jika dilihat dari stok beras sampai Mei 2021 antara kebutuhan tiap bulan masih ada selisih yang sangat aman untuk tidak melakukan impor sampai Mei 2021.
Jika Juni ini kembali dipelajari atau dikaji ulang untuk impor atau tidak, ini kebutuhan yang sangat tepat atas kesimpangsiuran informasi kemarin.
Charles juga menilai pernyataan presiden juga sebagai tantangan bagi Kementerian Pertanian dan lembaga negara yang lain untuk benar-benar meningkatkan dan menjaga ketahanan pangan.
Sehingga wacana impor diberlakukan Juni mendatang itu tidak menjadi alasan karena stok di Perum Bulog masih surplus. (OL-7)
INDONESIA berhasil menorehkan pencapaian swasembada beras dengan memutuskan tidak melakukan importasi yang dimulai sejak 2025.
Pemerintah terus mengeklaim bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Namun, disaat yang sama, harga beras di tingkat konsumen masih tinggi.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras pada tahun 2025.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali. Menurutnya, hal itu menandai tonggak sejarah baru dalam ketahanan pangan nasional.
HARGA beras di pasar dunia dilaporkan mengalami penurunan drastis hingga lebih dari 40% dibandingkan tahun lalu.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa tidak ada impor beras medium yang masuk ke Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved