Rabu 24 Maret 2021, 23:06 WIB

Bahlil Gunakan "Cara" Hipmi untuk Atasi Investasi Mangkrak

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Bahlil Gunakan "Cara" Hipmi untuk Atasi Investasi Mangkrak

Antara/Zabur karuru
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

 

KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia hadir sebagai pembicara HIPMI Fest di Surabaya pada hair ini, Rabu (24/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari Musyawarah Daerah (Musda) XIV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Badan Pengurus Daerah (BPD) Jawa Timur. 

Bahlil mengungkapkan dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini, realisasi investasi di provinsi Jawa Timur sepanjang 2020 lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yaitu mencapai Rp78,4 triliun.  

“Artinya sekalipun terjadi pandemi COVID, tapi realisasi investasi Jawa Timur itu lebih tinggi ketimbang tidak pandemi. Ini kondisinya,” ujar Bahlil yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI periode 2015-2019 tersebut. 

Bahlil menambahkan bahwa realisasi investasi terbesar di provinsi Jawa Timur selama periode 2016-2020 disumbang oleh Kabupaten Gresik (Rp70,4 triliun), Kota Surabaya (Rp64,0 triliun), Kabupaten Pasuruan (Rp48 triliun), dan Kabupaten Sidoarjo (Rp30,4 triliun). 

“Secara kebetulan, Bupatinya ini kader HIPMI, baik Bupati Gresik maupun Bupati Sidoarjo. Walikotanya juga adalah anak muda. Saya punya keyakinan ke depan, Jawa Timur itu akan betul-betul ditopang oleh 3 (tiga) daerah ini,” tuturnya. 

Baca juga : Tahun Lalu, Penetrasi Cash Management BCA Capai 85%

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menyampaikan bahwa salah satu tugasnya sebagai kepala BKPM adalah mengeksekusi investasi mangkrak. Salah satunya investasi joint venture antara Pertamina dan Rosneft asal Rusia senilai Rp211,9 triliun di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Investasinya sempat mangkrak selama empat tahun karena pembebasan lahan seluas 800 hektar yang tidak terselesaikan. 

“Terpaksa saya datangi dengan cara HIPMI. Saya datangi Tuban, pakai sarung, minum kopi, tidak pakai protokol. Kita selesaikan. Makanya ada desa miliuner itu. Itu akibat dari bayar tanah. Bukan ganti rugi tapi ganti untung. Itu transparan dan kita awasi. Dan menyelesaikan urusan tanah di Indonesia, kampusnya di HIPMI,” tegas Bahlil. 

Bahlil meyakini bahwa mendatangkan industri besar menjadi salah satu cara memajukan Jawa Timur. Dengan masuknya investasi besar seperti Pertamina-Rosneft akan  menciptakan lapangan kerja dan memberikan multiplier effect kepada daerah di sekitarnya. 

Dalam periode 5 tahun terakhir (2016-2020), total realisasi investasi di Provinsi Jawa Timur mencapai Rp328 triliun. Adapun negara asal investasi didominasi oleh Singapura (US$ 2,57 miliar), disusul Jepang (US$ 1,65 miliar), Korea Selatan (US$ 0,69 miliar), Belanda (US$ 0,56 miliar), dan Hongkong, RRT (US$ 0,448 miliar). (OL-7)

Baca Juga

Antara

Dolar Naik Tipis di Pasar Sebelum Pertemuan Bank Sentral AS

👤Muhamad Fauzi 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 07:05 WIB
KURS dolar AS menguat pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB...
healthline.com

Berupaya Tingkatkan Pendapatan Petani Tapin Kembangan Kopi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 06:00 WIB
Petani Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan mengembangkan kebun kopi jenis arabika dan robusta sebagai upaya untuk meningkatkan...
MI/BAYU ANGGORO

Bank BJB Tetap Catatkan Pertumbuhan Positif

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 22:40 WIB
Bank BJB berhasil membubuhkan laba bersih Rp1,4 triliun atau tumbuh 17,5% secara year on...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Era Penuh Harapan di Dusun Bondan

Energi terbarukan mengangkat Dusun Bondan di Cilacap dari keterpurukan. Kini, warga selangkah lagi menggapai kesejahteraan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya