Jumat 05 Maret 2021, 11:14 WIB

Udang Beku Cilacap Jangkau Negeri Sakura

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Udang Beku Cilacap Jangkau Negeri Sakura

Antara
Pekerja memindahkan udang untuk kebutuhan ekspor dengan tujuan negeri Jepang di PT Bogatama Marinusa Kawasan Industri Makassar (KIMA).

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan, sebanyak 18.049,47 kilogram (kg) udang beku senilai US$233 ribu asal Cilacap, Jawa Tengah, menembus pasar Jepang.

Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Yogyakarta Hafit Rahman mengungkapkan, kegiatan ekspor yang belangsung pada Rabu (3/3), dikatakan berlangsung tidak ada hambatan.

"Verifikasi lapangan pada ekspor udang beku (frozen shrimp) dengan tujuan negara Jepang yang berlangsung kemaren berjalan lancar," kata Hafit dalam keterangan pers KKP, Jumat (5/3).

Hafit menambahkan, Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang melakukan ekspor produk udang beku ini adalah PT. Toxindo Prima. Dia menyebut, pelaku usaha yang beralamat di Jalan Lingkar Timur Tegalkamulyan Cilacap, tersebut merupakan wilayah satuan kerja dari Stasiun KIPM Yogyakarta.

Dikatakannya, bahan baku udang beku ini berasal dari wilayah Cilacap, purworejo dan Kebumen, yang terdiri dari udang budidaya dan udang laut.

"Semuanya melalui penerapan proses Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang dilakukan rutin melalui survailance penerapan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) secara berkala oleh tim Inspektur Mutu Stasiun KIPM Yogyakarta," jelas Hafit.

Dia mengaku, pihaknya akan terus membuka diri dan siap jemput bola agar pelaku usaha di sana tetap bisa ekspor produk udang beku tersebut.

"Kita akan terus berkolaborasi dan bersinergi untuk meningkatkan ekspor komoditas perikanan, khususnya dari Yogyakarta," tandasnya.

KKP menyatakan, pihaknya akan fokus mendorong ekspor komoditas yang bernilai ekonomi tinggi seperti udang, lobster dan rumput laut. Komoditas udang dipilih karena ekspor tahun lalu cukup tinggi, yakni mencapai 239.227 ton dengan nilai US$2,04 miliar.

Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono menargetkan, volume ekspor udang bisa naik 3 kali lipat atau lebih dari 250% hingga tahun 2024. Adapun sasaran ekspor komoditas ini diutamakan ke Amerika Serikat (AS) hingga China.

"KKP akan memfasilitasi pengembangan shrimp estate yakni sistem budidaya dengan skala intensif,dengan target produksi berkisar 40 ton per hektare dalam setahun," kata Menteri Trenggono beberapa waktu lalu. (E-3)

Baca Juga

.

Subsidi Ongkir Momentum Bangkitkan Perekonomian

👤RO/Micom 🕔Minggu 11 April 2021, 18:20 WIB
Pemerintah sudah menyiapkan Rp500 miliar untuk subsidi ongkir pada...
Antara

Besok, Tol Japek II Arah Cikampek Ditutup Selama 5 Jam

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 11 April 2021, 17:20 WIB
Penutupan itu dalam rangka penggantian nama Jalan Tol Japek II Elevated menjadi Jalan Layang Mohammed Bin Zayed, yakni pangeran dari...
dok japfa

Wajah Baru STP Sambut Semangat Transformasi

👤RO/Micom 🕔Minggu 11 April 2021, 16:19 WIB
Di bidang riset dan inovasi, STP mengembangkan Aquaculture Technology Department dan Animal Health...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tata Ulang Desain Olahraga Nasional untuk Capai Prestasi

 Prestasi tidak dicapai dengan proses singkat. Kerap kali butuh waktu bertahun-tahun untuk meraihnya

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya