Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN imbal hasil obligasi AS atau US Treasury merupakan bagian dari refleksi ekspektasi dan harapan akan prospek pemulihan yang lebih kuat. Tapi pada kenyataannya, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun mengalami kenaikan secara mendadak, sebesar 1,61%.
Masalahnya, angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam 1 tahun. US Treasury 5 tahun juga naik sehingga membuat situasi dan kondisi menjadi semakin waswas. Imbal hasil US Treasury yang mengalami kenaikan tentu menghapuskan keraguan terhadap inflasi.
Namun kenaikan US Treasury lebih kepada prospek pertumbuhan. Soalnya, data perekonomian Amerika terkait dengan Durable Goods Orders mengalami kenaikan tinggi dari sebelumnya 1,2% menjadi 3,4%.
"Level ini cukup tinggi, karena kalau kita melihat mundur kebelakang, sempat mengalami peningkatan pada Maret, tapi berangsur-angsur mengalami penurunan," kata Associate Director of Research and Investment Maximilianus Nico Demus, Jumat (26/2). Bank Sentral berusaha untuk menenangkan pasar dengan mengatakan jumlah pembelian obligasi tetap sama sehingga tidak memberikan implikasi terhadap imbal hasil obligasi.
Yang diinginkan pelaku pasar dan investor yaitu The Fed harus mengintervensi untuk menjaga imbal hasil untuk tetap rendah. "Bila tingkat suku bunga riil naik lebih tinggi, tentu hal ini memberikan gambaran bahwa pertumbuhan perekonomian telah menjadi kenyataan, sehingga tentu saja pelaku pasar dan investor menjadi gelisah karena dikhawatirkan para pemangku kepentingan akan menghentikan stimulus lanjutan karena cost of fund pinjaman mengalami kenaikan," kata Nico.
The Fed mengatakan bahwa mereka akan menjaga tingkat suku bunga untuk tetap rendah dan tetap melakukan pembelian obligasi. Meskipun demikian para pelaku pasar dan investor terus melakukan penjualan di pasar obligasi yang mendorong imbal hasil mengalami kenaikan.
Kenaikan imbal hasil obligasi juga disebabkan pelaku pasar dan investor menghargai adanya ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga karena perekonomian akan pulih lebih cepat. Distribusi vaksin dan prospek stimulus tambahan membuat pelaku pasar dan investor yakin bahwa pemulihan ekonomi bukanlah hal yang halu.
Karena itulah US Treasury 2 tahun dan 5 tahun meningkat. Obligasi jangka pendek lebih mencerminkan tentang pertumbuhan ekonomi jangka pendek dan ekspektasi.
"Tapi data ketenagakerjaan dan inflasi masih berada di rentang bawah yang belum menggambarkan perekonomian dapat pulih tahun ini. Bahkan masih jauh dari kata pulih," kata Nico.
Mata uang di pasar berkembang berpotensi menjadi turun lebih dalam, karena kekuatan dollar AS yang semakin perkasa. Sejauh ini kenaikan US Treasury juga dikhawatirkan oleh beberapa negara lain, tidak terkecuali Indonesia.
Kenaikkan imbal hasil obligasi Indonesia yang kian masif sebagai bagian dari spread premium terhadap US Treasury juga memberikan tekanan terhadap pasar obligasi yang mendorong obligasi mengalami kenaikan. Sebagai informasi, obligasi Indonesia 10 tahun sudah naik dari 6,05% menjadi 6,5%. Perbedaan 0,45% bukan angka yang ringan. Ketika kenaikan obligasi lebih tinggi dari yang diperkirakan, ada beberapa yang melakukan intervensi untuk menjaga agar jangan sampai mengalami kenaikan lebih tinggi.
Namun belum tentu kenaikan imbal hasil obligasi merupakan bukti bahwa perekonomian akan menjadi lebih baik. Di emerging market, pasar saham dan obligasi terkadang tidak selalu berkorelasi positif. Hal ini berbeda dengan negara maju, meskipun pengukuran harus tetap dilakukan terkait seberapa besar korelasinya.
"Dengan mata uang Indonesia terhadap dolar AS yang masih dalam rentang positif, kami yakin Indonesia akan jauh lebih kuat sebagai negara emerging market," kata Nico. (OL-14)
Donald Trump kembali enggan menjelaskan langkah AS terkait Greenland, namun memberi sinyal peluang kesepakatan di Davos. Denmark memperingatkan risiko terhadap NATO.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Buntut ancaman Trump soal Greenland, Parlemen Eropa berencana menunda persetujuan kesepakatan tarif Juli lalu. Ancaman perang dagang kembali hantui pasar global.
USKUP Agung Katolik untuk dinas militer AS mengatakan bahwa secara moral dapat diterima untuk tidak mematuhi perintah jika pasukan menganggap perintah bertentangan dengan hati nurani mereka.
PRESIDEN Donald Trump memperjelas selama berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun bahwa ia termotivasi secara unik oleh keinginan untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.
Perdana Menteri Store menegaskan bahwa pemerintah Norwegia tidak memiliki kewenangan dalam penentuan penerima Hadiah Nobel Perdamaian.
PT Pollux Hotels Group Tbk memperkuat strategi kebutuhan dan struktur pendanaannya dengan menerbitkan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 senilai maksimal Rp500 miliar.
SMF menilai kebijakan Bank Indonesia yang menetapkan obligasi SMF sebagai underlying transaksi repo, akan membuka kembali minat investor t
SBN akan memperluas ekosistem aset digital yang terukur dan sesuai regulasi guna mendukung pertumbuhan sektor keuangan digital nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons usulan Luhut Binsar Pandjaitan soal suntikan dana Rp50 triliun ke INA, dengan syarat dialokasikan ke sektor riil, bukan obligasi.
IHSG, nilai kapitalisasi pasar, dan juga rata nilai transaksi harian, membukukan rekor tertinggi atau all time high. Pasar modal domestik pada September 2025 mencatatkan kinerja yang positif.
Rencana penerbitan private placement Patriot Bond oleh Danantara Indonesia senilai Rp50 triliun menuai dukungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved