Rabu 24 Februari 2021, 14:46 WIB

Juli, Izin Usaha Berbasis Risiko Lewat OSS Mulai Diterapkan

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Juli, Izin Usaha Berbasis Risiko Lewat OSS Mulai Diterapkan

Antara/Aprillio Akbar
Ilustrasi proyek pembangunan gedung bertingkat di wilayah Jakarta.

 

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) siap menerapkan perizinan berusaha berbasis risiko melalui Online Single Submission (OSS) pada Juli mendatang.

Diketahui, pemerintah telah merampungkan 51 peraturan pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Salah satunya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

"Sistem OSS berbasis risiko akan go live atau diimplementasikan pada Juli. Kami sepakat dengan Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) bahwa Juli itu adalah launching go live (OSS) yang sah," ungka Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual, Rabu (24/2).

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19, Utang Negara Naik 8%

Perizinan berusaha berbasis risiko sendiri terdiri dari Risiko Rendah (RR) dengan melampirkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Kemudian, Risiko Menengah Rendah (RMR) dengan menunjukkan NIB plus Sertifikat Standar (SS) (self declare).

Lalu, Risiko Menengah Tinggi (RMT) dengan NIB plus Sertifikat Standar (verifikasi), serta Risiko Tinggi (RT) dengan NIB plus izin (verifikasi). Implementasi di sistem melalui OSS sendiri, untuk kategori RR & RMR, akan selesai di OSS. Serta, dilakukan pembinaan dan pengawasan. 

Baca juga: Tesla Tidak Hengkang, Negosiasi Masih Pasang Surut

Sementara itu, untuk RMT dan RT dilakukan penyelesaian NIB di OSS dan dilakukan verifikasi syarat/standar oleh kementerian atau lembaga (K/L) dan daerah. "Tidak ada lagi acuan lain dalam perizianan berusaha, kecuali PP 5/2021. Sistem OSS wajib digunakan oleh K/L, provinsi, daerah, kabupaten/kota dan pelaku usaha," imbuh Bahlil.

Menurutnya, kebijakan ini menjawab keluhan para pengusaha soal pengurusan izin usaha di Tanah Air yang dinilai berbelit-belit.

"(Kebijakan) ini sebuah jawaban terhadap keluh kesah pengusaha, yang selama ini yang mengatakan bahwa mengurus izin lama, ketemu sama pejabat susah, biaya mahal, sudah begitu lambat," pungkasnya.(OL-11)

Baca Juga

DOK.BNC

Transformasi ke Digital, Nilai Saham Bank Neo Commerce Naik

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 01:00 WIB
Melalui aksi korporasi ini, diharapkan perseroan akan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp249,82...
Dok. 99 Group

Pandemi Covid-19 Picu Sektor Properti Befluktuasi pada 2020

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:44 WIB
Pertumbuhan suplai listing tertinggi terjadi di bulan Juli sebesar 8.75 persen. Penurunan suplai listing yang cukup drastis terjadi dari...
ANTARA FOTO/Moch Asim

259 Ton Udang Vaname Sulteng Diekspor ke Jepang

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:33 WIB
Volume ekspor udang vaname tahun 2020 mengalami penurunan dari pada volume ekspor udang vaname tahun 2019 yang mencapai 285,66 ton senilai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya