Senin 22 Februari 2021, 10:05 WIB

Bendungan Manikin di Kupang Ditargetkan Rampung Akhir 2022

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Bendungan Manikin di Kupang Ditargetkan Rampung Akhir 2022

Antara
Presiden Joko Widodo menebar benih ikan pada peresmian Bendungan Rotiklot di Belu, Atambua, NTT, Senin (20/5/2019).

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II terus memacu penyelesaian pembangunan Bendungan Manikin/Tefmo yang terletak di Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bendungan tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi pertanian. Progress pekerjaan fisik bendungan saat ini telah mencapai 28% dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2022.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi Industri dan Lingkungan sekaligus juru bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja, mengatakan ini merupakan bendungan ke lima dari rencana tujuh bendungan yang dibangun di Provinsi NTT.

"Mengingat NTT merupakan daerah sulit air, oleh karenanya kita perlu banyak bendungan sebagai tampungan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan di sepanjang musim," kata Endra dalam siaran resmi, Senin (22/2).

Endra menambahkan, dari tujuh bendungan tersebut, dua bendungan sudah selesai dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yaitu Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang selesai tahun 2018 dan Rotiklot di Kabupaten Belu selesai tahun 2019. Kemudian dalam waktu dekat akan diresmikan lagi Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka.

"Sedangkan yang tahap konstruksi adalah Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Bendungan Manikin/Tefmo di Kabupaten Kupang," ungkap Endra.

Sumber air bendungan berasal dari Sungai Manikin dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 49,31 Km2, bendungan di desain dengan Tipe Urugan Random Batu Gamping dengan Inti Tegak yang memiliki kapasitas tampung 28,20 juta m3 dan luas genangan normal 148,7 Ha.

Bendungan ini direncanakan dapat memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian seluas 310 Hektar (Ha) di Kabupaten Kupang dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku sebesar 700 liter/detik untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,125 MW dan pengendalian banjir 531,70 m3/detik.

Direktur Bendungan dan Danau Ditjen Sumber Daya Air Airlangga Marjono mengatakan, konstruksi Bendungan Manikin/Tefmo mulai dikerjakan pada 2019 melalui 2 paket pekerjaan senilai Rp1,9 triliun.

Paket I dikerjakan kontraktor pelaksana PT. Wijaya Karya (Persero) - Tbk, PT. Adhi Karya (Persero) Tbk-PT. Jaya Konstruksi (KSO) dengan nilai kontrak Rp 1,023 triliun.

Sementara untuk Paket II senilai Rp905,2 miliar dilaksanakan oleh kontraktor PT. PP (Persero) Tbk-PT. Ashfri Putralora-PT. Minarta Dutahutama (KSO). (E-3)

Baca Juga

AFP/Spencer Platt.

Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS Cemaskan Negara Berkembang

👤 Fetry Wuryasti 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 03:20 WIB
Yang diinginkan pelaku pasar dan investor yaitu The Fed harus mengintervensi untuk menjaga imbal hasil untuk tetap...
MI/Usman Iskandar.

Biayai Infrastruktur, Penawaran Sukuk Negara Ritel SR014 Dibuka

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 01:25 WIB
Investor dapat membeli SR014 dengan nominal minimum Rp1 juta dan pembelian maksimum sebesar Rp3...
 AFP/Ronny Hartmann.

VW Harap Ada Lonjakan Pendapatan pada 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 23:38 WIB
VW mengatakan perusahaan telah terpukul parah oleh penguncian global pada awal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya