Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menyebut, nilai tukar (kurs) rupiah berpotensi menguat pada perdagangan pada hari ini, Senin (15/2).
Hal itu, ungkapnya, seiring sentimen positif dari ekspektasi perilisan stimulus besar dari pemerintah Amerika Serikat (AS) dan menurunnya laju pertumbuhan kasus harian covid-19 di dunia, termasuk Indonesia.
Pada pukul 12.10 WIB, kurs rupiah menguat 0,50% ke posisi Rp13.902 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp13.972 per dolar AS.
"Rupiah masih berpotensi menguat hari ini dengan sentimen positif. Adanya ekspektasi stimulus AS dan penurunan kasus mendorong peningkatan minat pasar terhadap aset berisiko pagi ini. Indeks saham Asia pun bergerak positif," jelas Ariston dalam keterangannya kepada Media Indonesia, Senin (15/2).
Baca juga : Usai Libur Imlek, IHSG Menguat 45 Poin
Di sisi lain, Ariston menambahkan, pasar akan mewaspadai kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor jangka panjang seperti tenor 10 tahun yang mecetak level tinggi baru tahun ini di 1.21% di hari Jumat (12/1) kemarin. Kenaikan yield ini, dikatakan bisa mendorong penguatan dollar AS.
Untuk kasus covid-19 di Tanah Air, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, data terbaru kasus covid-19 yang diterbitkan kemarin menunjukkan kasus aktif di Indonesia saat ini mencapai 159 ribu orang.
Jumlah ini, dilaporkan menurun jika dibandingkan dengan jumlah kasus aktif pada awal Februari lalu yang mencapai 176 ribu orang. (OL-2)
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved