Kamis 11 Februari 2021, 15:03 WIB

Stakeholder Siap Dukung Pengembangan Jagung Rendah Aflatoxin

mediaindonesia.com | Ekonomi
Stakeholder Siap Dukung Pengembangan Jagung Rendah Aflatoxin

DOK KEMENTAN

 

PIHAK pengusaha (stakeholder) pengolahan Jagung Rendah Aflaxtoxoin (JRA) di Indonesia menyambut baik kerja sama antar Perkumpulan Produsen Pemurni Jagung Indonesia (P3JI), Kementerian Pertanian (Kementan), Pemerintah Daerah dan Kelompok tani. Dengan adanya kerja sama ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perusahaan dalam mendapatkan bahan baku lokal yang berkualitas dan memenuhi standar yaitu kadar aflatoksin di bawah 20 ppb (per part billion).

Salah satu perusahaan yang mengapresiasi kerja sama ini adalah PT. Tereos FKS Indonesia. Perusahaan ini mengolah JRA menjadi pati jagung, Glucose, Fructose, Dextrose, dan Maltodextrin untuk memenuhi kebutuhan dalam maupun luar negeri. Semua produk yang dihasilkan merupakan pemanis rendah kalori ini bisa berperan menggantikan penggunaan gula rafinasi impor.

“Kami siap membeli jagung (JRA) dengan harga premium dan lebih baik dari harga yang dibeli pabrik pakan saat ini” ucap R. Wiswan Djaja Presiden Direktur PT. Tereos FKS Indonesia saat diwawancara Rabu (10/02). Wisman menambahkan dengan adanya kerja sama dengan petani Lampung Selatan, perusahaannya memiliki opsi pembelian bahan baku, selama ini baru petani di Lombok Timur yang mampu menghasilkan JRA dalam skala usaha cukup besar.

Baca Juga: Kementan Kembangkan Korporasi Petani Jagung di Lombok

Berdasarkan data dari BPS, diperkirakan kebutuhan akan JRA sebesar 1 juta ton/ tahun dan setiap tahunnya meningkat. Penggunaan terbesar oleh industri pangan seperti PT. Tereos. “Saya berharap program ini dapat terus ditingkatkan dan dilakukan secara kontinu oleh para petani jagung sehingga pasokan dalam negeri mudah didapat,” ungkap Wisman.

Salah satu kelompok tani yang sudah mulai mengembangkan JRA ini ada di Kabupaten Lampung Selatan. Solihin, Ketua Poktan Tani Maju menyebut uji coba produksi akan dimulai pada musim panen bulan maret nanti, dan telah menanam jagung pada lahan seluas 25 hektare. “Saya dan kelompok siap dan sangat semangat menanam jagung ini (JRA), kami juga akan meniru petani di Lombok Timur sesuai arahan dari Kementan,” ucap Solihin. Ia berharap semua produk jagung dari lahan tersebut mampu menjadi jagung rendah aflatoxin dan siap dikirim kepada PT. Tereos FKS Indonesia.

Terkait pendampingan di lapangan, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung (Distan) menyatakan kesiapannya. Sri  Wuryaningsih Kepala Seksi Pascapanen dan Pemasaran Distan lampung mengatakan akan terus mendampingi petani baik dalam proses pertanaman hingga proses panen. “Untuk kondisi pertanaman kami akan kawal melalui PPL dan POPT, selain itu kami juga akan terjun langsung mengawal proses panen, dan mengoptimalkan bantuan alat-alat produksi dari Kementan,” sebutnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Taman Pangan Kementan, Suwandi menyatakan kunci dari produksi jagung JRA ini adalah proses panen dan pasca panennya. Suwandi meminta petani untuk menjalankan prosedur-prosedur yang harus dijalankan, sehingga hasil panen bisa optimal.

Terkait dukungan alat Kementan, Suwandi menambahkan telah memberikan bantuan alat panen Corn Combine Harvester dan mesin pengering jagung vertical (dryer). “Saya Harap dengan bantuan ini petani bisa bersemangat dan bisa meluaskan lagi usahanya, hal ini sesuai dengan arahan bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan nilai tambah bagi petani selama pandemik seperti sekarang,” tutup Suwandi. (RO/OL-10)

Baca Juga

ANTARA/Fikri Yusuf

Perekonomian Nasional Berhasil Lewati Masa Tersulit

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 09 Mei 2021, 07:15 WIB
Membaiknya perekonomian Indonesia didasarkan pada catatan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang saat ini telah berada di kisaran 4,1% hingga...
Dok.Bank DKI

Fitur Scan To Pay Bank DKI Permudah Masyarakat Bayar Zakat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 09 Mei 2021, 07:05 WIB
Dukungan layanan perbankan secara non-tunai ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam menyalurkan sebagian rezekinya untuk beramal...
Ilustrasi

Pengenaan Sanksi Tak Hilangkan Kewajiban Perusahaan Bayar THR  

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 23:00 WIB
"Pengenaan sanksi administratif tidak menghilangkan kewajiban pengusaha atas denda keterlambatan membayar THR Keagamaan sebagaimana...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Gelombang Ketiga Covid tidak Terhindarkan di India

Varian baru ialah faktor penyebab di balik gelombang kedua yang ganas di negara itu dengan kemungkinan lebih banyak muncul.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya