Rabu 27 Januari 2021, 07:37 WIB

Bisnis Pialang di Tengah Pandemi Mengalami Kontraksi Positif

Denny Susanto | Ekonomi
Bisnis Pialang di Tengah Pandemi Mengalami Kontraksi Positif

FOTO ANTARA/Rosa Panggabean
Karyawan mengamati layar monitor pergerakan bursa berjangka di Jakarta Futures Exchange (JFX), Jakarta

 

MASA pandemi Covid-19 bukan menjadi hambatan bagi PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) untuk terus meraih posisi terbaik maupun kinerja terbaik di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX). Ini dibuktikan dengan prestasi yang kembali diraih Rifan Financindo Berjangka sebagai perusahaan pialang berjangka teraktif di BBJ, selama 2020. Hal ini ditegaskan Chief Business Officer (CBO) RFB Surabaya, Leonardo, terkait prestasi dan kinerja RFB sepanjang tahun 2020 dalam keterangan tertulis diterima mediaindonesia.com, Selasa (26/1).

Leonardo menjelaskan tahun 2020 membuat hampir seluruh industri tidak bisa bergerak mengembangkan usaha, bahkan terpaksa menutup usahanya. Namun di industri perdagangan berjangka, menjadi momen berharga untuk terus meningkatkan volume transaksi perdagangan maupun menambah jumlah nasabah baru. Selama 2020, kata Leonardo, Rifan Financindo Berjangka  mampu memberikan kontribusi terbaik di industri perdagangan berjangka. Per 31 Desember 2020, volume transaksi mencapai 1,650,527 Lot. Ini naik dibanding periode yang sama pada 2019 yakni 1,548,502 Lot.

"Pada tahun 2012 awal Rifan Financindo Berjangka beroperasi, volume transaksi mencapai 402,943 Lot. Kemudian perlahan tapi pasti volume transaksi perdagangan terus meningkat hingga akhir tahun kemarin," ujarnya.

Sementara untuk jumlah nasabah, Leonardo mengklaim memberikan hasil yang positif. Per 31 Desember 2020, jumlah nasabah RFB sebanyak 4.713 nasabah atau meningkat dibanding periode yang sama tahun 2019, yakni 3.987 nasabah. Menanggapi kinerja positif dan prestasi yang diperoleh PT Rifan Financindo Berjangka, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta Indonesia (BBJ)/Jakarta Futures Exchange (JFX), Stephanus Paulus Lumintang, mengapresiasi kontribusi RFB terhadap industri perdagangan berjangka Indonesia. Kontribusi RFB ini mampu mendukung JFX memecahkan rekor target selama 20 tahun.

baca juga: Era Kolaborasi, Indonesia Perlu Perluas Pasar Ekspor

Stephanus Paulus Lumintang, menambahkan industri perdagangan berjangka merupakan industri yang tidak lekang oleh waktu dan tidak mengalami kontraksi negatif seperti saat pandemi ini. Tahun 2020, industri perdagangan berjangka Indonesia mengalami kontraksi positif dan RFB justru bisa menikmati kenaikan volume transaksi perdagangan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. (OL-3)

Baca Juga

DOK BANK BRI

Gerakkan Ekonomi Daerah 3T Melalui Penyaluran Bantuan Pemerintah

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Maret 2021, 17:36 WIB
Hendri merasa profesi yang dilakoninya sebagai mantri BRI di kawasan terdepan memberikan manfaat kepada...
DOK Sinar Mas Land.

Ada Insentif PPN, Wish for Home Raup Rp210 Miliar dalam Dua Hari

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Maret 2021, 17:19 WIB
Program itu berlangsung hingga akhir tahun ini dan dibagi menjadi tiga periode yaitu 6 Maret-30 Juni, 1 Juli-30 September, dan 1 Oktober-31...
MI/Andri Widiyanto

Tak Gulirkan Subsidi Gaji, Pemerintah Dorong Sektor Produktif

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 09 Maret 2021, 17:17 WIB
Menko Perekonomian menyebut upaya perlindungan sosial pada tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Pemerintah fokus pada sektor produktif...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya