Selasa 26 Januari 2021, 08:46 WIB

16.975 ekor Benur Sitaan Dilepasliarkan di Pandeglang

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
16.975 ekor  Benur Sitaan Dilepasliarkan di Pandeglang

MI/Nurul Hidayah
Direktur Polairud Polda Jabar Kombes Pol Widihandoko (tengah) memperlihatkan benur diamankan di Kabupaten Sukabumi, Senin (18/1/2021).

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali melepasliarkan benih lobster atau benur sebanyak 16.975 ekor di Perairan Karang Kabua, Pandeglang, Banten, Kamis (21/1) lalu. Belasan ribu benih lobster tersebut merupakan hasil sitaan jajaran tim Sub Direktorat (Subdit) Penegakan Hukum Polairud Polda Banten.

"Pada Kamis sore, sekitar pukul 17.00 hingga 18.30 WIB telah dilakukan pelepasliaran Benih Bening Lobster (BBL) jenis Mutiara dan Pasir. Empat boks BBL dengan jumlah 16.975, dilepasliarkan di Perairan Karang Kabua," ujar Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) TB Haeru Rahayu dalam keterangannya, Senin (25/1).

Haeru mengatakan, kegiatan pelepasliaran lobster merupakan bentuk kelestarian populasi lobster di habitatnya dan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.12/PERMEN-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan di Wilayah Negara Republik Indonesia.

"Sesuai dengan Surat Edaran No. B.22891/DJPT/PI.130/2020 tentang Penghentian Sementara Penerbitan Surat Penetapan Waktu Pengeluaran (SPWP), Ditjen PRL bertugas merekomendasikan lokasi pelepasliaran BBL yang diselundupkan," ungkap Haeru.

Sementara itu, Kepala Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang Iwan Alkadrie menjelaskan, pemilihan Perairan Karang Kabua atas pertimbangan keselamatan petugas dan kondisi perairan untuk habitat BBL yang memiliki substrat terumbu karang dan berpasir.

"Lokasi pelepasliaran memiliki kedalaman lebih dari 5 meter dengan substrat berpasir. Kondisi perairan saat pelepasliaran yaitu gelombang relatif tenang dan kondisi cuaca berawan," jelas Iwan.

baca juga: Irjen KKP : Izin Ekspor Benur karena Produksi Melimpah

Mendapatkan informasi dari masyarakat Binuangeun Lebak Banten soal sering terjadi transaksi pengiriman BBL dari daerah Banten ke Palabuhan Ratu Jawa Barat tanpa izin usaha.

Atas informasi ini petugas melakukan penyelidikan di wilayah tersebut. Lalu, pada Rabu (20/1) sekitar pukul 23.00 WIB, anggota Subdit Gakkum yang dipimpin oleh Panit 1 Subdit Gakkum Ipda Supriyadi S.H berhasil mengamankan pelaku yang diduga melakukan tindak pidana perikanan (baby lobster) tanpa izin usaha di Jalan Raya Binuangeun Lebak Banten. (OL-3)
 

Baca Juga

Dok.Sucofindo

Industri Halal, IHLC Teken MoU dengan PT. Sucofindo

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 03 Maret 2021, 23:46 WIB
Dalam waktu dekat, sinergi yang dilakukan adalah dalam bidang pelatihan literasi halal kepada produsen dan konsumen, industri, UMKM dan...
Antara

Linde Rogoh Kocek US$2 Juta untuk Luaskan Pabrik

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 03 Maret 2021, 23:26 WIB
Pabrik ini dirancang dengan kapasitas untuk meningkatkan produksi yang berguna untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan nitrogen di masa...
Ilustrasi

Pemilik Kapal 30 GT Wajib Berikan Asuransi untuk ABK

👤Bobi Kautsar 🕔Rabu 03 Maret 2021, 23:17 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mewajibkan pemilik kapal berukuran 30 gross ton (GT) ke atas memberikan asuransi jaminan kesehatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya