Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) melakukan refocusing dan realokasi anggaran sebesar Rp12,4 triliiun untuk keperluan pengadaan vaksinasi covid-19 di tahun ini. Sebelumnya, pihaknya menyepakati pagu anggaran di 2021 sebesar Rp45,6 triliun.
"Karena adanya kebutuhan pemerintah untuk pemberian vaksin dan kegiatan sosial lainnya bagi masyarakat, Kementerian Perhubungan adakan penghematan dalam bentuk refocusing sebanyak Rp12,4 triliun. Sehingga dari Rp 45,6 triliun menjadi Rp33,2 triliun," ungkap Menteri Perhubuhan Budi Karya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI secara virtual, Senin (25/1).
Seperti diketahui, pemangkasan tersebut terjadi setelah ada instruksi dari Kementrian Keuangan melakukan refocusing anggaran 2021 soal pembiayaan vaksin Covid-19.
Budi mengatakan, kebijakan refocusing dan realokasi yang dilakukan Kementerian Perhubungan mengacu kriteria yang telah ditetapkan Kementerian Keuangan, yaitu sumber penghematan berasal dari rupiah murni. Adapun jenis belanja yang dapat dilakukan penghematan adalah belanja barang dan belanja modal.
"Lalu belanja barang dan belanja modal yang dilakukan penghematan adalah belanja non-operasional," ucap Menhub.
Praktis, anggaran dari direktorat Kemenhub kena pangkas seperti Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat, di mana alokasi anggarannya berkurang dari Rp7,6 triliun jadi Rp5,6 triliun. Ditjen Perhubungan Udara dari Rp10,4 triliun jadi Rp7,4 triliun
Kemudian Ditjen Perhubungan Laut Rp11,3 triliun jadi Rp8,1 triliun. Lalu Ditjen Perhubungan Laut Rp11,3 triliun jadi Rp8,1 triliun, BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) dari Rp 450 miliar jadi Rp328 miliar dan lainnya.
"Adanya refocusing sebagaimana ditentukan Menteri Keuangan tentunya memenuhi pemenuhan dan pencapaian kegiatan prioritas nasional. Oleh karenanya, kami mohon dukungan," pungkasnya. (OL-8)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved