Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia mencatat kredit yang disalurkan oleh perbankan masih melanjutkan kontraksi pada November 2020.
Penyaluran kredit pada November 2020 tercatat sebesar Rp5.453,9 triliun, masih mengalami kontraksi -1,7% (yoy), turun lebih dalam dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya -0,9% (yoy).
"Ini disebabkan oleh melambatnya penyaluran kredit pada seluruh jenis penggunaan, sejalan dengan permintaan yang masih belum kuat," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Rabu (30/12).
Perlambatan laju penyaluran kredit seiring dengan penurunan penyaluran kredit kepada debitur korporasi. Penyaluran kredit kepada korporasi menurun lebih dalam, dari -1,6% (yoy) pada Oktober 2020 menjadi -3,4% (yoy) pada November 2020.
"Di sisi lain, penyaluran kredit pada debitur perorangan mengalami peningkatan, dari 0,6% (yoy) menjadi 0,7% (yoy) pada November," kata Erwin.
Penurunan kredit dipengaruhi oleh penyaluran kredit pada seluruh jenis penggunaan. Kredit modal kerja (KMK) masih tumbuh negatif sebesar -3,8% (yoy) pada November 2020, terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR).
KMK sektor industri pengolahan pada November 2020 tumbuh negatif sebesar -4% (yoy), lebih dalam dari bulan sebelumnya -1% (yoy). Penurunan itu terjadi pada industri pupuk, khususnya di Jawa Timur dan Kalimantan Timur.
Sementara, KMK sektor PHR juga tumbuh negatif, sebesar -4,9% (yoy), sedikit lebih dalam dibandingkan Oktober 2020 sebesar -4,8% (yoy), terutama bersumber dari penurunan penjualan mobil di DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
Kredit investasi (KI) tercatat tumbuh 0,2% (yoy) pada November 2020, melambat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,4% (yoy). Perlambatan terutama pada sektor pertanian, peternakan, jehutanan, dan perikanan serta sektor konstruksi.
Kredit investasi sektor pertanian, peternakan, jehutanan, dan perikanan turun dari 0,8% (yoy) menjadi 0,5% (yoy) pada November 2020, terutama kredit yang disalurkan untuk subsektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat dan Riau.
Sementara itu, kredit investasi sektor konstruksi pada November 2020 tumbuh sebesar 19,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 22,79% (yoy), khususnya pada subsektor bangunan jalan tol di Banten dan Riau.
Pertumbuhan kredit konsumsi (KK) pada November 2020 terkontraksi, dari 0,1% (yoy) pada bulan Oktober 2020, berbalik arah menjadi negatif sebesar -0,2% (yoy), disebabkan oleh penurunan pada kredit kendaraan bermotor dan multiguna.
"Di tengah kontraksi kredit, kredit properti pada November 2020 justru meningkat, dari 3,1% (yoy) pada Oktober 2020 menjadi 3,7% (yoy), yang bersumber dari peningkatan kredit konstruksi serta KPR/KPA," kata Erwin.
Kredit konstruksi tercatat meningkat, dari 3,4% (yoy) pada Oktober 2020 menjadi 3,6% (yoy) terutama pada konstruksi bangunan di DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Demikian juga kredit KPR/KPA meningkat, dari 2,4% (yoy) pada Oktober 2020 menjadi 3,6% (yoy) pada bulan laporan, terutama untuk kredit KPR tipe 22 hingga 70 di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Tapi, kredit real estat melambat dari 4,4% (yoy) menjadi 4,3% (yoy) pada November 2020 terutama pada real estat perumahan, apartemen.
Kredit UMKM masih mengalami penurunan, dari 1,6% (yoy) menjadi -2% (yoy). Penurunan kredit UMKM terutama terjadi pada skala usaha mikro, yakni dari -10,1% (yoy) menjadi -12,4% (yoy), serta perlambatan kredit usaha kecil yang tumbuh 3,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,1%(yoy).
Sementara kredit skala usaha menengah mengalami peningkatan 0,5% (yoy) dari semula turun sebesar 0,7% (yoy) pada Oktober 2020.
"Berdasarkan jenis penggunaannya, penurunan kredit UMKM terjadi pada jenis penggunaan modal kerja maupun investasi," tutup Erwin. (E-2)
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
BANK Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9%–5,7%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proyeksi 2025 yang berada pada rentang 4,7%–5,5%.
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap pelemahan rupiah dipicu tekanan global dan domestik, dengan modal asing keluar Rp25,1 triliun pada Januari 2026.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Ia menegaskan Bank Jakarta menyambut peluang penempatan dana berikutnya dari pemerintah pusat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved