Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia meyakini perbaikan pertumbuhan ekonomi domestik mulai membaik pada 2021. Hal itu terindikasi dari berlanjutnya kinerja positif sejumlah indikator pada November 2020.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mulai positif pada kuartal IV 2020. Lalu kisaran minus 1-2% pada 2020. Serta meningkat pada kisaran 4,8-5,8% pada 2021," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/12).
Lebih lanjut, dia mengungkapkan optimisme terhadap perbaikan ekonomi dipengaruhi peningkatan mobilitas masyarakat di beberapa daerah. Berikut, kenaikan indeks PMI Manufaktur dan menguatnya ekspektasi konsumen terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, hingga kegiatan usaha.
Baca juga: Bank Dunia: Ekonomi RI Pascapandemi tidak akan Seperti Dulu
"Ke depan, vaksinasi dan disiplin dalam penerapan protokol covid-19 merupakan kondisi prasyarat bagi proses pemulihan ekonomi nasional," imbuh Perry.
Prospek pemulihan ekonomi domestik juga didukung berbagai kebijakan stimulus yang mengarah pada pembukaan sektor produktif. Baik di tingkat nasional maupun daerah.
"Lalu, mendorong penyaluran kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran. Berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial. Serta, percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya pengembangan UMKM," pungkasnya.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved