Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan Kementerian Perdagangan untuk agresif meningkatkan ekspor di masa pandemi covid-19. Langkah untuk peningkatan ekspor itu mulai dari pembenahan rumitnya regulasi ekspor hingga bertele-telenya negosiasi perdagangan.
“Diperlukan reformasi besar-besaran pada ekosistem berusaha bagi eksportir kita. Satu per satu persoalan yang menghambat kinerja ekspor, kita cermati, kita carikan solusinya. Regulasi yang rumit, saya sudah sampaikan bolak-balik segera kita sederhanakan. Prosedur birokrasi yang menghambat, juga saya sampaikan berkali-kali segera dipangkas,” ucap Jokowi, kemarin.
Hal itu disampaikannya saat secara simbolis melepas ekspor produk Indonesia di 16 provinsi ke berbagai negara, dengan total nilai ekspor mencapai Rp23,75 triliun.
Presiden mengatakan Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain dalam menangkap peluang ekspor. Ia mencontohkan ekspor kopi yang pada 2019 hanya tercatat di posisi delapan terbesar eksportir kopi. Padahal, Indonesia merupakan produsen terbesar nomor empat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.
Kinerja ekspor kopi Indonesia, yang hanya US$883,12 juta, terlampau jauh tertinggal dari Vietnam yang pada 2019 mencapai US$2,22 miliar. “Saya melihat ketertinggalan tidak harus membuat kita pesimistis. Tidak ada jalan bagi kita selain melakukan langkah-langkah perbaikan, langkah-langkah pembenahan,”
ujarnya.
Evaluasi Presiden juga ditujukan kepada negosiasi kemitraan dagang yang sangat lambat.
“Saya ingatkan lagi untuk dilakukan percepatan negosiasi perjanjian-perjanjian, kemitraan ekonomi komprehensif CEPA (Comprehensive E c o n o m i c P a r t n e r s h i p Agreement), terutama dengan negara- negara yang potensial menjadi pasar produk-produk ekspor kita,” kata Jokowi.
Berbagai perjanjian perdagangan yang sudah ada, sambungnya, segera dioptimalkan. Selain itu, perlu juga untuk terus mencari pasar-pasar baru di negara nontradisional agar pasar ekspor semakin luas.
Presiden pun menugasi atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri untuk menjadi market agent.
Kontribusi UKM
Saat mendampingi Presiden dalam acara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan ada 54 perusahaan dengan kategori UKM yang ikut mengekspor dan berhasil menembus pasar global. Total nilai ekspornya mencapai US$12,29 juta atau setara Rp178,15 miliar.
“Ini menandai keberhasilan UKM menembus pasar global dengan 54 UKM yang berhasil melakukan ekspor, yang totalnya mencapai US$12,29 juta atau setara Rp178,15 miliar,” kata Agus.
Ia memaparkan, untuk UKM, ada tujuh perusahaan yang di antaranya melakukan ekspor perdana dengan produk seperti makanan olahan ke Arab Saudi, tempat tidur sapi ke Jepang, hingga lidi nipah ke India. Total nilai ekspor dari ketujuh perusahaan itu mencapai Rp3 miliar.
Untuk diversifi kasi produk baru, Mendag menyebut ada 11 perusahaan UKM yang melakukan ekspor dengan nilai US$1,16 juta atau Rp16,82
miliar. (Iam/E-2)
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved