Minggu 29 November 2020, 21:37 WIB

Kejar Target, Kemenkop UKM Terus Pantau Pelaksanaan Banpres PUM

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Kejar Target, Kemenkop UKM Terus Pantau Pelaksanaan Banpres PUM

Antara/Asep Fathulrahman
Pelaku UKM mendaftar untuk mendapatkan Banpres PUM

 

PROGRAM Banpres Produktif untuk Usaha Mikro (PUM) kini tengah digenjot untuk dapat terealisasi dengan maksimal sampai akhir tahun nanti. Bahkan, dalam pelaksanaan program Banpres PUM tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM secara intensif terus memantau pelaksanaannya.

"Pemantauan penting dilakukan guna memastikan agar program tepat sasaran dan sekaligus mengetahui perkembangan bagi pelaku usaha yang menerima Banpres PUM ini," kata Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Luhur Pradjarto dilansir dari keterangan resmi, Minggu (29/11).

Salah satu langkah yang dilakukan oleh Kemenkop UKM, ialah mengunjungi ke beberapa penerima Banpres PUM di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Bangka Tengah pada 24-25 November 2020 kemarin.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan tersebut sudah sesuai prosedur dan tepat sasaran. Luhur mengatakan bahwa para pelaku usaha mikro yang dikunjungi, umumnya mengelola makanan olahan, seperti krupuk kemplang/getas/pilus (bahan baku ikan), kue-kue, jus minuman dan gorengan, dan warung nasi dengan hasil penjualan rata-rata perhari kisaran Rp70 ribu hingga Rp100 ribu.

"Dalam memasarkan produknya, sebagian dari mereka telah melalui media online seperti WA dan Facebook," ucapnya.

Menurut Luhur, dengan adanya Banpres Produktif untuk Usaha Mikro, pelaku usaha mikro di Bangka Belitung sangat terbantu, karena selama pandemi hasil penjualannya turun sebagai imbas dari menurunnya wisatawan.

Selain monitoring, juga dilaksanakan rapat dengan perwakilan BPKP, lembaga pengusul, dan bank penyalur, serta Kepala Dinas yang membidangi koperasi dan UKM se-Provinsi Bangka Belitung, sekaligus Rakor monitoring dan evaluasi program Koperasi dan UKM.

Pada kesempatan tersebut, Luhur mengapresiasi kepada Dinaskop dan UKM Provinsi/kabupaten/kota se Provinsi Babel yang telah mengusulkan calon penerima BPUM. Hingga minggu ketiga November 2020, realisasi di Provinsi Babel mencapai 34,9% (40.523) dari total usulan sekitar 116.000.

Dalam kunjungannya ke Desa Kurau, Bangka Tengah, mayoritas penerima memproduksi kemplang/getas yang bahan bakunya diantaranya ikan selar. Krupuk kemplang/getas, termasuk makanan olahan khas masyarakat Bangka Belitung.

Hasil monitoring di beberapa penerima BPUM di Bangka Tengah, agar pelaku usaha mikro yang memproduksi krupuk kemplang dibina dan difasilitasi untuk bergabung atau membentuk koperasi. Sekaligus sebagai model pengembangan UMK dalam bentuk sentra.

Baca juga : Strategi Produsen Baja Ringan Bertahan di Masa Pandemi

"Koperasi yang menyusun standar operasional prosedur maupun standar kualitas produk, sehingga produk yang dihasilkan oleh usaha UMK mempunyai standar kualitas yang sama," kata Luhur.

Dengan demikian, akan memudahkan bagi koperasi apabila akan membutuhkan pembiayaan karena produk koperasi sudah ada yang membeli, yaitu offtaker.

Perlu diketahui, per 25 November 2020, Banpres PUM sudah disalurkan kepada 9,7 juta pelaku usaha mikro, dalam artian sudah mencapai 81,19% atau Rp23,4 triliun dari total anggaran Rp28,8 triliun. Sampai akhir 2020, Kemenkop UKM masih membuka kesempatan kepada 3 juta pelaku usaha mikro untuk dapat memanfaatkan program ini.

Salah satu penerima Banpres PUM ini yakni Lisa, perempuan asal Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah, yang telah merintis usahanya dalam membuat krupuk kemplang. Pada masa pandemi, hasil penjualannya menurun dari Rp350 ribu per minggu menjadi Rp100 ribu per minggu, karena jarangnya pengunjung.

Tapi, untuk menghidupi keluarga, Lisa tetap memproduksi dan memasarkan melalui online. Tanpa diduga, di masa pandemi yang belum tahu kapan berakhir, Lisa mendapat Banpres PUM.

Modal bantuan tersebut, dipergunakan untuk membeli bahan-bahan seperti tepung sagu, minyak goreng, ikan, dan cumi-cumi sebagai bahan baku utama. Sehingga, ada untuk stok dalam beberapa hari ke depan.

"Kini, dengan mulai adanya pengunjung dan pemesanan, maka hasil penjualan sudah mengalami peningkatan," ujar Lisa.

Hal serupa dialami Kartini, perempuan asal Bugis yang sudah lama menetap di SungaiLiat, Kabupaten Bangka. Usaha Kartini memproduksi kue-kue, termasuk kue khas Bugis. Antara lain, Bolu Pecca, Kue Jungkir Balik, Bolu Tape, Bolu Remang, dan Kue Sarang Semut.

Kartini sangat senang menerima Banpres PUM. Jika sebelum covid-19 penghasilannya mencapai Rp200 ribu perhari, maka ketika puncak pandemi, usahanya berhenti total.

"Dengan adanya Bantuan Presiden yang saya lihat di Televisi, saya berharap mudah-mudahan saya mendapat Bantuan Presiden. Tidak lama kemudian, selang seminggu, saya didatangi petugas PNM, Saya didata dan dimintakan KTP. Dana tersebut selain saya gunakan untuk modal kerja, juga untuk membeli beberapa loyang dan saya berencana akan menambah oven," tutur Kartini. (OL-7)

Baca Juga

Antara/Wahdi Septiawan

4 Ribu Km Jalan Nasional dalam Kondisi Rusak

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 27 Januari 2021, 15:18 WIB
Kementerian PUPR menyebut perbaikan jalan nasional untuk mencapai kondisi mantap membutuhkan anggaran sebesar Rp20-25 triliun per...
Ist/BRI

ORI019 di BRI Dapat Cuan Ganda, Ini Buktinya!

👤mediaindoensia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 14:45 WIB
Direktur Konsumer BRI, Handayani, menekankan pengenalan produk investasi adalah hal penting di tengah semakin banyaknya pilihan bagi...
MI/Rudi Kurniawansyah

Kurang Dana Rp60 T, Proyek Tol Trans Sumatera Bakal Disetop

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 27 Januari 2021, 14:40 WIB
DITJEN Bina Marga Kementerian PUPR menyebutkan pembangunan jalan tol Trans Sumatera terancam berhenti. Sebab dana pembangunannya kurang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya