Kamis 12 November 2020, 12:25 WIB

GAPKI Sebut Industri Sawit Indonesia Menunjukkan Tren Positif

Despian Nurhidayat | Ekonomi
GAPKI Sebut Industri Sawit Indonesia Menunjukkan Tren Positif

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Pekerja menurunkan Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari dalam truk pengangkutan di tempat penampungan Desa Leuhan

 

GABUNGAN Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan produksi minyak sawit Indonesia menunjukkan pemulihan, terlihat dari kenaikan yang konsisten dalam tiga bulan terakhir.

Hal ini terlihat pada Juli 2020, produksi CPO 3,85 juta ton, kemudian naik menjadi 4,38 juta ton pada Agustus dan 4,73 juta ton pada September 2020. Secara Year on Year (YoY) sampai dengan September produksi 2020 masih lebih rendah (-4,7%) dari produksi 2019.

"Nilai ekspor produk sawit pada September mencapai US$ 1.871 juta naik 10% dibandingkan dengan nilai ekspor Agustus sebesar US$ 1.697 juta. Secara YoY sampai dengan September, nilai ekspor produk sawit 2020 mencapai US$ 15.498 juta, lebih besar dari 2019 sebesar US$ 14.458 juta," ungkap Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono dilansir dari keterangan resmi, Kamis (12/11).

Secara volume, ekspor September 2020 mencapai 2.764 ribu ton naik 81 ribu ton (+3%) dari bulan Agustus sebesar 2.683 ribu ton. Ekspor ke Tiongkok pada bulan September 2020 adalah 645 ribu ton, naik dari 618 ribu ton pada bulan Agustus.

Ekspor ke India pada bulan September 2020 adalah 351 ribu ton yang sama dengan bulan Agustus 2020, sementara ekspor ke EU dan Pakistan pada bulan September 2020 lebih rendah dari bulan Agustus. Kenaikan ekspor justru terjadi dengan tujuan Brasil, Malaysia, Rusia dan Afrika.

"Ekspor ke Brasil naik dengan 44 ribu ton, ke Malaysia naik dengan 39 ribu ton, ke Rusia naik dengan 37 ribu ton. Kenaikan ekspor ke Afrika mencapai 39 ribu ton dan yang menarik adalah bahwa ke sebagian besar negara Afrika sebenarnya terjadi penurunan tetapi kenaikan yang tinggi terjadi dengan tujuan Kenya (+61 ribu ton) dan Afrika selatan (+33 ribu ton)," tuturnya.

Baca juga: Petani Karet dan Sawit Harus Dilindungi

Sementara itu, konsumsi dalam negeri untuk pangan dalam empat bulan terakhir menunjukkan kenaikan yang konsisten dan pada September mencapai 667 ribu ton. Secara YoY sampai dengan September, konsumsi untuk pangan masih lebih rendah dari tahun lalu (-15,8%).

Selain itu, kenaikan konsumsi untuk oleokimia cenderung mendatar. Konsumsi untuk oleokimia September mencapai 151 ribu ton yang sama dengan bulan Agustus dan hanya 3 ribu ton lebih tinggi dari bulan Juli. Secara YoY sampai dengan September konsumsi untuk oleokimia sudah lebih tinggi (+49%) dari 2019.

Konsumsi minyak sawit untuk bodiesel pada September 2020 mencapai 630 ribu ton naik 54 ribu ton dari bulan Agustus. Secara YoY, konsumsi untuk biodiesel adalah naik 27,2% dari 2019.

"Kenaikan konsumsi dalam negeri dan ekspor menjadi menjadi harapan untuk mengantisipasi kenaikan produksi," pungkas Mukti.(OL-5)

Baca Juga

MI/Lilik Darmawan

Produk UMKM Ingin Diekspor, Teten : Daya Saing Produk Ditingkatkan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:21 WIB
“Untuk memperbesar kapasitas UMKM agar berkontribusi dalam ekspor nasional, KemenKopUKM tahun ini akan mendorong UMKM masuk ke sektor...
Ilustrasi

PGN Kembangkan Digitalisasi untuk Optimalkan Usaha

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:18 WIB
Saat ini, PGN telah memiliki sistem informasi yang mengintegrasikan seluruh anak usaha sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas...
Ist

Produk Perawatan Kulit Ini Tebar Promo Belanja Online

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 22:35 WIB
Produk unggulan yang ditawarkan meliputi produk pemenang Glowpick Award...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya