Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
DANA asing terus kembali membanjiri bursa saham di Indonesia. Dalam perdagangan sesi pertama hari ini, asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp877 miliar.
Dengan demikian dalam sepekan terakhir ini, dana asing masuk ke pasar modal Indonesia mencapai Rp2,614 triliun dan menyebabkan secara bulanan asing mencatatkan net buy di Bursa Efek Indonesia sebesar Rp492 miliar.
Sentimen global mewarnai perdagangan di bursa hari ini. Tingginya penutupan bursa Dow Jones dan S&P hingga naik 800 poin membuat bursa-bursa di berbagai belahan dunia naik tajam.
Kedua indeks tersebut bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi intraday, merespons kabar baik dari hasil uji coba vaksin Pfizer yang menunjukkan tingkat efektivitas 90%.
Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Mandiri (BMRI) merupakan tiga saham terbanyak yang diburu investor asing. Asing membeli saham BRI Rp512 miliar, BCA Rp319 dan BMRI Rp124 miliar.
"Secara teknikal, IHSG sudah hampir memasuki area jenuh beli (overbought) setelah mencatat pengutaan selama 3 hari terakhir," kata Head of Research NH Korindo Sekuritas Anggaraksa Arismunandar, Selasa (10/11).
Euforia dari dampak vaksin agaknya mengalahkan faktor teknikal yang terjadi. Akibatnya IHSG pada sesi siang ini masih berada di area positif 82 poin atau 1,55% sehingga bertengger di 5.438,79 dengan volume perdagangan mencapai Rp8,55 triliun. Sebanyak 257 saham menguat, 178 menurun dan 157 tetap. (E-1)
IHSG ditutup menguat 1,76 persen ke posisi 7.710,54 pada Kamis (5/3/2026). Simak analisis aksi bargain hunting investor dan daftar saham top gainers hari ini.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG anjlok ke 7.500-an imbas konflik Iran! Cek rekomendasi saham energi (MEDC, ADRO, ELSA) dan strategi investasi Maret 2026 di sini.
IHSG mengalami penurunan tajam setelah sempat menembus level 7.500 dan kini bergerak di bawah 8.000. Pelemahan ini dinilai sebagai dampak akumulasi tekanan global.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026, dibuka melemah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved