Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INFLASI sebesar 0,07% yang terjadi pada Oktober 2020 tidak serta merta menandakan pulihnya daya beli masyarakat. Soalnya, faktor dominan yang memengaruhi tingkat inflasi di bulan lalu ialah komponen harga-harga bergejolak (volatile price) sebesar 0,40% dan memberi andil pada tingkat inflasi sebesar 0,07%.
“Catatannya, inflasi yang terjadi di Oktober lalu terjadi karena dipicu oleh volatile price. Inflasi inti masih menunjukkan penurunan dibanding bulan lalu. Memang secara umum inflasi inti menunjukkan daya beli belum pulih,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/11).
Dalam rilis BPS tercatat pada Oktober 2020 terjadi inflasi pada komponen inti sebesar 0,04% dan memberikan andil pada tingkat inflasi sebesar 0,03%. Bila dilihat dari tahun kalender dari Januari hingga Oktober, inflasi pada komponen inti mencapai 1,50% dan bila dilihat secara tahunan (year on year/yoy) terjadi inflasi sebesar 1,74%.
Inflasi yang terjadi pada Oktober 2020 lebih rendah dibandingkan inflasi pada September yang sebesar 0,13% dan Agustus 0,29%. Inflasi inti yang merupakan indikator untuk melihat daya beli masyarakat itu cenderung menurun karena sebagian masyarakat menengah ke bawah mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi covid-19.
“Inflasi inti menunjukkan kecenderungan penurunan, tapi behaviour masyarakat berbeda. Sekitar 40% menengah ke bawah yang terdampak covid-19 memang banyak yang dirumahkan dan mengalami penurunan upah, sehingga daya beli lapisan bawah menunjukkan penurunan. Tapi menengah ke atas sebetulnya mereka menahan (konsumsi),” jelasnya.
Komponen harga yang diatur pemerintah (administered price) mengalami deflasi sebesar 0,15% dan memberi andil pada tingkat inflasi -0,03%. Deflasi pada komponen ini terjadi karena penurunan tarif angkutan udara dan tarif listrik.
Diketahui, inflasi yang terjadi pada Oktober 2020 menyudahi tren deflasi selama 3 bulan berturut-turut. Juli 2020 tercatat mengalami deflasi 0,10%, Agustus 0,05%, dan September 0,05%. Dengan demikian, inflasi tahun kalender dari Januari sampai dengan Oktober 2020 sebesar 0,95% dan inflasi tahunan 1,44%. (OL-14)
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
AKHIR 2025 publik dikejutkan hasil tes kemampuan akademik (TKA) jenjang SMA yang menunjukkan rata-rata nilai mata pelajaran wajib berada pada level yang relatif rendah.
Harga cabai rawit yang sempat membubung hingga Rp75.000 per kg, sekarang Rp38.000 per kg. Pun, cabai besar merah harga jual di pedagang Rp40.000 per kg.
BPS mencatat inflasi Desember 2025 sebesar 0,64 persen (mtm). Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya cabai rawit dan daging ayam, menjadi penyumbang terbesar.
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman memberikan pandangan terkait angka inflasi Desember 2025.
Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi kelompok provinsi dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi pada Desember 2025.
KEMENTERIAN Pertanian menyampaikan harga beras kembali menjadi penyelamat stabilitas harga pangan nasional.
BERDASARKAN rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY) peda Agustus 2025 secara bulanan mengalami defiasi sebesar 0,24% (mtm), lebih rendah dibandingkan Juli 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa pada Agustus 2025 terjadi deflasi sebesar 0,08% atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK).
SUMATRA Utara berisiko menghadapi tekanan ekonomi yang lebih dalam jika tren deflasi berlanjut pada Juli 2025.
INFLASI bulanan pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,19%, ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,07 pada Mei menjadi 108,27.
BPS mencatat deflasi Gabungan Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY Mei 2025 sebesar -0,15% (mtm), turun dibandingkan realisasi April 2025 yang mengalami inflasi sebesar 1,67% (mtm).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved