Rabu 21 Oktober 2020, 05:35 WIB

Penaikan Cukai Beratkan Petani Tembakau

Try/Ant/E-1 | Ekonomi
Penaikan Cukai Beratkan Petani Tembakau

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Petani merajang tembakau sebelum dijemur dan disetorkan ke pabrik rokok di Seren, Rembang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

 

KETUA Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI) Agus Parmuji menyebutkan rencana penaikan tarif cukai hasil tembakau pada 2021 mendatang akan semakin memberatkan petani tembakau.

“Petani tembakau telah cukup sengsara dengan adanya kenaikan cukai tembakau 23% pada tahun ini dan juga tekanan pandemi,” ujar Agus seperti dikutip dari Antara, kemarin.

Tarif cukai hasil tembakau mulai 1 Januari 2020 sudah mengalami kenaikan rata-rata mencapai 23% sebagaimana kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 152/PMK.010/2019.

Agus menuturkan kenaikan cukai pada 2020 menyebabkan turunnya serapan industri hasil tembakau sebesar 50%.

“Kami menantikan langkah baik dari pemerintah untuk membantu para petani dalam masa sulit ini,” ujar Agus.

Sebelumnya, Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Jawa Timur (FSP RTMM-SPSI Jatim) bersama perwakilan serikat pekerja atau serikat buruh lainnya meminta perlindungan langsung kepada Menko Polhukam Mahfud MD terkait dengan tekanan yang dialami akibat rencana penaikan tarif cukai tembakau, pandemi covid-19, dan omnibus law UU Cipta Kerja.

Dengan didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, rombongan serikat pekerja tersebut baru-baru ini menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah pusat di Jakarta.

Juru bicara FSP RTMM-SPSI Jatim Santoso menyampaikan langsung kepada Mahfud MD keluhan yang dihadapi selama ini. Ia mengatakan bahwa buruh di sektor industri hasil tembakau alias buruh rokok sangat tertekan akibat kebijakan penaikan cukai rokok.

Pemerintah diminta tidak menaikkan tarif cukai rokok pada 2021, khususnya segmen sigaret keretek tangan (SKT) karena termasuk industri padat karya yang bisa membantu pemerintah dalam mengatasi pengangguran.

Di sisi lain, harga saham emiten terkait rokok mengalami koreksi. Mereka ialah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang mengalami koreksi 2.525 poin (-5,86%), PT PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) terkoreksi 85 poin (-5,67%), PT Wismilak Inti Makmur Tbk terkoreksi 20 poin (-5,21%), diikuti PT Indonesian Tobbaco Tbk yang terkoreksi 15 poin (-2,1%).

Koreksi itu merupakan dampak dari ditundanya peng­umuman kenaikan cukai rokok. (Try/Ant/E-1)

Baca Juga

ANTARA

Transaksi Berlimpah di Festival Belanja

👤Gana Buana 🕔Jumat 04 Desember 2020, 01:15 WIB
SEDIKITNYA 250 platform online akan meramaikan Festival Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12 yang dikawal Asosiasi E-Commerce...
Dok. Apple TV

Sony Hadirkan Aplikasi Apple TV di Smart TV

👤MI 🕔Jumat 04 Desember 2020, 01:00 WIB
PENGGUNA smart TV Sony model tertentu kini dapat mengakses aplikasi Apple TV dan menikmati layanan Apple TV+, Apple TV...
MI/Pius Erlangga

Kementerian ATR Dukung Penertiban Aset Pemda dan BUMN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 04 Desember 2020, 00:05 WIB
Percepatan pendaftaran tanah yang dilakukan, ungkapnya, terus berlangsung hingga saat ini. Termasuk pendaftaran aset tanah pemda dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya