Selasa 20 Oktober 2020, 07:05 WIB

Tol Laut Dorong Perekonomian Masyarakat di Morotai

M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Tol Laut Dorong Perekonomian Masyarakat di Morotai

MI/M Iqbal Al Machmudi
Pelaku usaha perkayuan di Morotai terbantu dengan adanya tol laut

 

KEHADIRAN tol laut di Kabupaten Pulau Morotai Maluku Utara dinilai membantu perekonomian masyarakat sekitar.

PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) sebagai operator dan pengangkut logistik konsisten mengirim hasil bumi dari Morotai ke Surabaya.

Pelaku Usaha Kayu, Emelia Ali, mengatakan kehadiran tol laut memberikan dampak yang signifikan kepada pelaku usaha /pengepul kayu di Morotai.

"Kita sangat terbantu ongkos produksi karena sebelumnya mulai dari produksi dikirimnya melalui Tobelo harus menyewa mobil dan kapal laut yang sangat mahal. Setalah ada Tol laut kita hanya membayar biaya ekspedisi saja," kata Emelia dalam perbincangan di Morotai, Maluku Utara, Senin (19/10).

Emelia mengungkapkan kayu olahan dari batang kelapa sebelum ada tol laut hanya diproduksi 5-6 kontainer untuk memenuhi permintaan pasar. Namun setelah adanya tol laut produksinya bertambah mencapai 10 kontainer per bulan. Olahan batang kelapa tersebut dikirim ke Surabaya, Bali, dan Lombok.

Kapal PELNI Logistik Nusantara (Lognus) 3 sendiri berkapasitas 120 kontainer. Khusus angkut untuk Morotai 80 kontainer sementara dan berbagi kapasitas kontainer dengan Kabupaten Jailolo 40 kontainer.

"Kapasitas kapal PELNI juga kini ditambah dengan adanya kapal Lognus 6 kapasitas angkut 600 kontainer yang baru beroperasi September (2020) kemarin," ucapnya.

Omset 1 kontainer sendiri sebesar Rp20 juta untuk kayu olahan sedangkan balok kayu memiliki omset sebesar Rp9 juta. Pengusaha sendiri hanya mendapatkan 10% per kontainer.

"Sangat terbantu karena Rp8,4 juta untuk ke Kabupaten Tobelo belum sampai Surabaya. Sedangkan tol laut tarif subsidi dari Morotai hingga Surabaya hanya Rp2,3 juta," ujarnya.

Staf Teknis Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Pulau Morotai, La Ode Muslih, mengatakan masyarakat Pulau Morotai merasa bersyukur atas beroperasinya kapal tol laut milik PT Pelni, kapal motor yang beroperasi sejak tiga tahun lalu (Lognus 3) dan kapal yang baru September lalu (Lognus 6).

"Sejak ada KM Lognus 3, ditambah Lognus 6, harga-harga sembako, seperti beras, tepung terigu, gula pasir, telur ayam turun 10 persen hingga 20%, daging ayam dan kacang kedelai harganya turun sampai 20%. Kami tentu terbantu," kata Muslih di Morotai, Maluku Utara, (19/10).

Perlu diketahui, bahwa program tol laut sendiri merupakan rencana Presiden Joko Widodo enam tahun lalu untuk mengatasi disparitas harga sembako di berbagai daerah. Selain itu, tol laut juga bisa membantu perekonomian masyarakat daerah untuk menjual hasil bumi dan kerajinan untuk dipasarkan di Pulau Jawa maupun di kota-kota besar.

Muslih mengatakan selain sembako harga material bangunan juga ikut turun 16% produknya mulai dari semen, pasir, besi, papan, dan lainnya.

"Harga semen dari Rp90 ribu per sak menjadi Rp75 ribu. Untuk sembako, harga daging ayam dari Rp50 ribu per kilo, sekarang Rp38 ribu per kilo, beras Rp320ribu per karung ukuran 25 kilogram turun menjadi Rp290 ribu, kacang kedelai dari harga Rp10 ribu per kilo sekarang Rp8 ribu per kilo," ujar Muslih.

Sebelum ada KM Lognus, pengiriman barang sembako maupun material bangunan dikirim dari Surabaya menggunakan kapal laut dan melewati rute yang panjang sehingga memakan waktu yang lama dan biaya yang besar. Rute pengantar sembako dari Surabaya harus melewati Makassar, Manado, Ternate, Tobelo, hingga sampai ke Pulau Morotai.

"Tapi sejak ada kapal tol laut Pelni ini, semua barang kebutuhan warga di pulau ini, langsung dikirim dari Surabaya ke sini (Morotai). Kami benar-benar bersyukur sekali dengan program tol laut ini," ungkapnya.

Dampak positif juga dirasakan pelaku usaha di Pukau Morotai. Hasil bumi dan hasil ikan tangkap penduduk juga bisa dikirim langsung ke Surabaya seperti ikan tuna, ikan cakalang, kopra, pala, dan lainnya. Termasuk pengiriman kayu gelondongan dan olahan pohon kelapa yang dipesan dari Surabaya.

"Sebelumnya hasil bumi dari Morotai yang dipesan dari Surabaya, diangkut kapal dulu ke Pelabuhan Tobelo, baru diangkut ke Surabaya. Tapi sejak ada kapal tol laut ini, langsung bisa dikirim ke Surabaya. Para produsen di Morotai ini bisa hemat ongkos angkut hingga 30%," pungkasnya. (E-1)

Baca Juga

AFP

Pemerintah Fokus Benahi Pemulian Ekonomi di Bali

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 02 Desember 2020, 20:10 WIB
Bali salah satu wilayah yang ekonominya terdampak cukup parah adalah Bali. Secara year on year (yoy), perekonomian di Bali kontraksi...
ANTARA/Yulius Satria Wijaya

115 Perusahaan Terapkan Harga Gas Bumi yang Murah

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:55 WIB
Hingga November 2020 realisasi penurunan harga gas bumi untuk industri di wilayah Jawa Barat telah mencapai...
Antara/Hafidz Mubarak

​​​​​​​Menteri ESDM: Kejayaan Migas Sudah Berlalu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 02 Desember 2020, 16:01 WIB
Pemerintah tidak lagi memprioritaskan besaran bagi hasil dari wilayah kerja migas. Namun, cenderung memberikan insentif agar proyek migas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya