Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berencana melakukan penggantian (replacement) armada kapal penumpang sebanyak enam unit. Total investasi yang dibutuhkan untuk pengadaan kapal tersebut mencapai Rp10,8 triliun.
Direktur Utama (Dirut) Pelni Tri Andayani menyampaikan, secara keseluruhan perusahaan membutuhkan penggantian sembilan kapal penumpang hingga 2030. Pada tahap pertama, perusahaan mengadakan tiga kapal senilai Rp4,5 triliun dari dana Penyertaan Modal Negara (PMN) 2024-2025.
"Sementara itu, tahap kedua mencakup penggantian enam unit kapal penumpang dengan nilai (investasi) Rp10,8 triliun," ujar Anda sapaan akrab Dirut Pelni di Jakarta, Kamis (22/1).
Untuk merealisasikan penambahan enam kapal tersebut, Pelni mengusulkan beberapa skema pendanaan. Skema pertama adalah PMN, seperti yang diterapkan saat ini. Namun, Anda menilai skema ini berpotensi memengaruhi rasio keuangan perusahaan, khususnya Return on Assets (ROA).
"Ini karena seluruh aset baru akan menambah beban perhitungan keuangan," katanya.
Skema kedua adalah melalui leasing atau pembiayaan perbankan. Namun, karena Pelni belum memiliki kemampuan pembiayaan mandiri (self-financing), skema pinjaman bank ini berpotensi membuat pembayaran pokok dan bunga masuk dalam skema kewajiban Public Service Obligation (PSO) sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan.
"Pelni tidak dalam kemampuan membiayai dengan modal sendiri atau self-financing. Seandainya pun kami pinjam ke bank, maka pembayaran pokoknya dan bunganya itu masuk ke dalam PSO," terangnya.
Selain skema tersebut, perusahaan pelat merah itu juga mengusulkan pendanaan melalui pemanfaatan dana pengembalian tiket penumpang. Nilai pengembalian tiket tersebut rata-rata mencapai sekitar Rp1,4 triliun per tahun.
Dana tersebut dinilai dapat dimaksimalkan untuk pembelian kapal pengganti. Dalam skema pendanaan itu, Pelni dapat menutup sebagian kebutuhan dana dari pengembalian tiket, sementara kekurangannya bisa dipenuhi melalui tambahan penyertaan, baik dari internal perusahaan maupun dukungan PSO.
"Misalnya, satu kapal penumpang itu senilai Rp1,5 triliun. Kami bisa menambah Rp100 miliar dari internal," pungkasnya. (E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved