Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) bersama dan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Kelompok Tani Taruna Tani Mekar Bayu menggelar panen raya padi bebas residu di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Disebut padi bebas residu, lantaran padi tersebut dipupuk dengan menggunakan bahan organik dan bio pestisida organik sehingga bebas dari bahan kimia dan tentu sehat.
Kasubdit Padi Irigasi dan Rawa Ditjen Tanaman Pangan, Kementan, Rachmat mengatakan, panen padi bebas residu ini sudah diterapkan dan dibudidayakan di beberapa tempat dan wilayah yang lain.
“Padi bebas residu artinya kita melakukan budidaya dengan meminimalisir penggunaan bahan kimia diganti dengan pupuk organic, pestisidanya bio pestisida non organik,” ungkap Rachmat.
Lebih lanjut Rachmat menambahkan, dari sisi harga biasanya konsumen yang memahami nilai kesehatan sudah memaklumi harga lebih tinggi tidak menjadi persoalan.Tetapi dari sisi pasar perlu ada dorongan serta intervensi dari pemda untuk mensosialisasikan pentingnya konsumsi padi bebas residu tersebut.
“Jenis varietasnya bisa apa saja, tapi budidayanya menggunakan pupuk organik tidak menggunakan bahan kimia artinya sudah bebas residu, hasilnya pun sehat dan bermutu,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua kelompok Taruna Tani Mekar Bayu Tahmo Cahyono mengatakan,“Respons dari petani terhadap padi bebas residu ini cukup lumayan."
"Apalagi setelah para petani mendapatkan sosialisasi terkait pemanfaatan sumber daya manusia. Sehingga anggota kelompok lebih maju dan bisa bersaing dengan petani yang lainnya,“ ujarnya.
“Luas lahan yang kita siapkan seluas 20 hektare dengan jenis atau varietas bibit inpari 42 jajar legowo 2. Dengan menggunakan pupuk organik, agen hayati dan juga pestisida pupuk organik cair. Ternyata hasil padinya tahan terhadap kekeringan juga produksinya meningkat,” jelas Tahmo.
Lebih lanjut Tahmo menambahkan, penggunaan padi nonresidu dalam rangka program dari Kementan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran dengan menanam padi menggunakan pupuk organik, agen hayati, dan juga pupuk organik cair. Hasilnya berupa padi yang steril dari bahan-bahan kimia, selain itu juga tanah juga menjadi subur dan gembur.
“Kita mulai tanam tanggal 7 Juni 2020 dan hari ini tanggal 10 September 2020, panen raya dengan hasil 7,48 ton per hektar gabah kering giling (GKG). Modal bibit 5 kwintal Inpari 42 untuk lahan seluas 20 hektar,” kata Tahmo.
Tahmo berharap Dinas Pertanian yang didukung oleh Kementrian Pertanian terus mendorong para petani untuk melakukan budi daya padi bebas residu ini.
“Penjualannya juga tidak susah, ada beberapa pengusaha yang siap menerima hasil produk padi bebas residu ini. Ada perbedaan 10 persen dengan harga padi konvensional atau yang dengan pupuk kimia. Jadi lebih menguntungkan,” beber Tahmo.
Menurut Tahmo, harga berasnya sekitar Rp 12.500-Rp 15.000 per kg. Cukup menguntungkan jika dibandingkan dengan harga beras biasa sekitar Rp 8.000- Rp 10.000 per kg
Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Suwandi mengatakan, agar masyarakat untuk bersama-sama menggalakkan budi daya tanaman padi bebas dari residu pestisida.
"Penggunaan pestisida kimia secara masif memang dapat menyelamatkan pertanaman dari kegagalan panen, akan tetapi penggunaan pestisida kimia yang terus menerus dan dalam jumlah yang tinggi dapat merugikan alam dan manusia sendiri," jelas Suwandi.
Dengan cara ini, dampak negatif penggunaan pestisida terhadap kesehatan dan lingkungan dapat dikurangi. Untuk itu perlu digalakkan budidaya padi bebas residu, terutama ditujukan terhadap kualitas hasil gabah atau beras," ajaknya.
Ke depan, Suwandi berharap agar penanaman padi denga sistim bebas residu ini akan terus dapat meningkatkan produksi padi para petani
Seiring dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan bahwa segala daya upaya harus dilakukan demi ketersediaan pangan di Indonesia dan kesejahteraan para petani di Tanah Air. (OL-09)
Kabar gembira! Kementan pastikan stok & harga telur ayam terkendali jelang idul fitri 2026. Intip langkah strategis pemerintah lindungi konsumen di sini.
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Berdasarkan data proyeksi neraca pangan nasional, komoditas cabai rawit diproyeksikan mengalami surplus sebesar 54 ribu ton pada Februari 2026.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kompleksitasnya persoalan tambang di Jawa Barat. Tidak hanya yang ilegal, menurutnya yang legal pun tidak luput dari berbagai masalah.
Data laporan perkembangan APBN terbaru, total pendapatan regional Jawa Barat tercapai sebesar Rp11,09 triliun atau sekitar 5,88% dari target tahunan.
Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat dan fasilitas umum bagi pemudik, tetapi juga sebagai pusat informasi jalur alternatif dan rawan bencana.
Mereka memiliki komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang berbasis tata kelola yang baik dan prinsip keberlanjutan.
Melalui aplikasi Sapawarga, masyarakat dapat mengetahui informasi terkini perihal mudik di Jabar hingga jalur mudik yang aman
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beri pengecualian larangan motor bagi siswa di pelosok. Aturan resmi berlaku tahun ajaran 2026/2027 dengan syarat ketat. Cek rinciannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved