Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menginginkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ketiga positif. Karena itu, ia meminta seluruh kepala daerah bekerja lebih keras lagi dalam membelanjakan anggaran.
Jokowi menyebut Indonesia masih memiliki waktu satu bulan sebelum kuartal tiga ditutup. Kesempatan itu harus dimaksimalkan pada September 2020.
"Kita masih punya waktu satu bulan di September ini. Kalau kita masih berada pada posisi minus artinya kita masuk resesi," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (1/9).
Baca juga: Menkeu Teken Aturan Pemberian Paket Data Hingga Rp400 Ribu
Karena itu, Jokowi meminta kepala daerah mempercepat penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Terutama yang berkaitan dengan belanjaan barang, modal, dan bantuan sosial.
"Ini harus betul-betul disegerakan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan memulihkan ekonomi di daerah ini," ujarnya.
Pada kuartal kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia -5,32%. Kendati begitu, Jokowi bersyukur Indonesia tidak terperosok jauh seperti negara lain.
Pertumbuhan ekonomi di Italia -17,3%, Jerman -11,7%, Perancis -19%, Amerika Serikat -9,5%.
"Ini patut kita terus syukuri. Sekali lagi realisasi anggaran ini agar disegerakan terutama dalam kuartal ketiga. Begitu kita belanjakan, kemungkinan kita bisa kembali lagi ke positif itu ada peluang," ujarnya. (OL-1)
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026.
Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi yang masih tertekan, namun menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan sikap wait and see atau bereaksi menunggu terhadap dinamika pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved