Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA semester I 2020, PT Pertamina (Persero) mencatatkan kerugian sebesar Rp11 triliun. Perusahaan pelat merah pun melakukan berbagai upaya untuk menutup kerugian, seperti memangkas belanja modal (capex) dan belanja operasional (opex).
"Beberapa langkah strategis terus dilakukan. Sejak Maret, kita sudah efisiensi capex dan opex. Kita sudah melakukan pemotongan yang membuat kita survive," ungkap Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Senin (31/8).
Lebih lanjut, Emma menyebut ada sembilan kebijakan agar Pertamina tidak semakin merugi. Pertama, memotong opex hingga 30%, atau setara dengan US$3 miliar. Kemudian, efisiensi capex sebesar 23%, atau senilai US$1,7 miliar. Sehingga, jumlahnya setara dengan US$4,7 miliar atau sekitar Rp70 triliun.
Baca juga: Meski Rugi, Rasio Kerugian terhadap Aset Pertamina Terkecil Kedua
Kedua, menjaga produksi minyak dan gas untuk menekan impor. Berikut, optimalisasi program Pertamina loyalty dan diskon untuk meningkatkan pendapatan. Renegosiasi kontrak dengan mata uang asing untuk dibayar dengan rupiah juga dilakukan.
"Kelima, efisiensi konsumsi energi dengan mengganti penggunaan refinery fuel dengan natural gas/PLN. Menurunkan integrated port time untuk menurunkan beban pokok penjualan, transformasi digital untuk SPBU dan centeralised procurement," papar Emma.
Selanjutnya, inventory build up dengan manajemen time to buy pada saat harga minyak rendah. Kemudian, melakukan mitigasi risiko selisih kurs dan meningkatkan kinerja cash flow.
Baca juga: Pertamina Rugi Rp11 Triliun, Pengamat Minta Ahok Dipecat
Diketahui, Pertamina mengalami kerugian Rp11 triliun sepanjang semester I 2020 akibat pandemi covid-19, yang menekan demand dan pelemahan rupiah. Setidaknya, ada tiga faktor pukulan akibat pandemi. Pertama, menghantam kinerja penjualan perseroan yang sangat signifikan. Dia mencontohkan penjualan BBM turun hingga 26%.
"Ini mungkin tidak terjadi pada masa krisis terdahulu. Pada masa pandemi ini signifikan sekali. Demand sangat terdampak, khususnya pada kuartal II 2020," ungkapnya.
Adapun persoalan kedua yakni fluktuasi rupiah yang berdampak pada kinerja keuangan Pertamina, terutama dalam aspek penjualan dan pembelian. "Terakhir, pelemahan ICP hingga level terendah, yakni US$21 per barel. Ini berdampak pada kinerja perusahaan, yang mempertahankan produksi dan lifting migas. Meskipun margin hulu tertekan," tandas Emma.(OL-11)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, menyoroti penataan manajemen dan arah transformasi baru Garuda Indonesia pascapengangkatan direksi baru.
Citibank Indonesia mencatat laba bersih sebesar Rp2,3 triliun pada kuartal III 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 10% secara tahunan
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp594,82 miliar hingga kuartal III-2025.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat kinerja gemilang sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025.
Bank Jakarta berhasil mencatatkan kinerja keuangan positif hingga triwulan III tahun 2025.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved