Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi kembali mengeluarkan strategi baru dalam rangka pemulihan ekonomi nasional melalui peluncuran SahabatGemarikan.id., pada Senin (31/8).
Pandemi Covid-19 telah membuat perlambatan perekonomian nasional, bahkan data terbaru dari Kementrian Tenaga Kerja, korban PHK telah melebihi angka perkiraan 2 juta orang. Selain itu, pandemi juga berdampak pada melambatnya ekspor produk kelautan dan perikanan.
Hasil tangkap nelayan yang melimpah membutuhkan akses pemasaran dan pasar domestik menjadi alternatif pilihan terbaik, dengan mendorong dua sektor sekaligus yaitu menumbuhkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM) baru dan menyalurkan produk kelautan dan perikanan dari nelayan.
Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Dr. Safri Burhanuddin DEA mengatakan, terdapat setidaknya lima manfaat yang dapat diperoleh dari peluncuran SahabatGemarikan.id .
“Pertama, sebagai solusi baru pagi para korban PHK (pemutusan hubungan kerja) dan atau masyarakat yang tidak dapat bekerja keluar rumah akibat pandemi, mereka dapat bergabung menjadi outlet atau stock point Sahabat Gemarikan.id, dengan bantuan KUR Bank BNI mereka langsung mendapat permodalan dan penghasilan dari keuntungan berjualan.
“Manfaat kedua adalah masyarakat dapat menikmati produk laut dengan harga yang lebih murah dan tanpa ongkos kirim yang mahal,” ujar Safri.
Manfaat ketiga tentunya bagi nelayan, jelas Safri, mereka tidak perlu lagi khawatir hasil produksinya tidak terserap lagi oleh pasar.
Safri melanjutkan bahwa manfaat keempat program ini adalah untuk meningkatkan indeks konsumsi ikan, yang ditargetkan naik menjadi 70 kg/orang per kapita hingga tahun 2024.
Indeks tersebut ditingkatkan untuk mengurangi kasus stunting dan gizi buruk di Indonesia sehingga Indonesia dapat mencapai target Indonesia Emas pada tahun 2045.
“Manfaat terakhir adalah mendorong BUMN khususnya bidang perikanan yaitu Perum Perindo dan penyaluran kredit usaha rakyat melalui Bank BNI,” paparnya.
SahabatGemarikan.id sebagai e-commerce baru produk kelautan dan perikanan, saat ini sudah dapat dinikmati layanannya di Jabodetabek dengan mengakses https://www.sahabatgemarikan.id dan atau melalui melalui aplikasi SahabatGemarikan.id yang dapat di unduh pada playstore atau google play.
E-commerce tersebut didukung oleh 40 stock point saat hari ini diluncurkan, dan akan terus berkembang hingga hadir di setiap kelurahan di Jabodetabek.
“Hingga akhir tahun ini kami mentargetkan 500 mitra outlet Sahabat Gemarikan.id hadir di Jabodetabek. Dan segera hadir di kota-kota lain se-Indonesia secepatnya. Pada hari ini kami juga telah menandatangani kesepakatan dengan Agen46 Bank BNI, mereka telah berkomitmen untuk turut serta menjadi mitra kami,” ujar Aditya Pradewo, CEO SahabatGemarikan.id. (RO/OL-09)
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Festival yang dirangkai dengan berbagai lomba ini merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas tangkapan ikan yang melimpah.
KOPERASI Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, kini membangun sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan regulasi baru untuk mempermudah layanan perizinan usaha di sektor perikanan.
DOSEN UGM mengomentari penarikan (recall) terhadap produk udang beku merek Great Value di AS yang diimpor dari perusahaan Indonesia karena mengandung radioaktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved