Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERLAMBATAN arus perdagangan dunia akibat pandemi Covid-19 rupanya tak berpengaruh bagi komoditas rempah Indonesia. Komoditas rempah seperti lada, pala, dan cengkeh tercatat mengalami kenaikan ekspor jika dibanding dengan tahun 2019.
Negara-negara di Uni Eropa seperti Belanda, Prancis, Jerman, Belgia, Italia, Spanyol dan Yunani adalah negara-negara tujuan ekspor komoditas hasil perkebunan tersebut.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono mengungkapkan peningkatan ekpor tersebut seiring dengan upaya pemerintah dalam perundingan Indonesia dengan European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU CEPA). Menurutnya, Uni Eropa merupakan salah satu Kawasan yang menjadi mitra perdagangan penting bagi ekspor Indonesia.
"Walaupun ditengah pandemi, ekspor komoditas perkebunan, terutama rempah, ke Uni Eropa cukup berkontribusi menyumbang devisa negara," ucap Kasdi, Selasa (21/7) lalu.
Kinerja ekspor rempah Indonesia ke Uni Eropa, tambah Kasdi, menunjukkan perkembangan yang positif.
Dari data BPS yang diolah Ditjen Perkebunan, selama periode Januari hingga April tahun 2020, ekspor lada tercatat 1,69 juta ton denga nilai mencapai 5,75 juta dolar AS. Meningkat dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2019 sebesar 1,32 juta ton dengan nilai 5,13 juta dolar AS.
Sementara komoditas pala meskipun mengalami penurunan volume dari 1,37 juta ton di tahun 2019 menjadi 1,37 juta ton di tahun 2020, namun nilainya mengalami kenaikan dari 10,79 juta menjadi 12,6 juta dolar AS. Demikian pula dengan cengkeh yang mengalami kenaikan volume dari 300,8 ribu ton di tahun 2019 menjadi 380,8 ribu ton di tahun 2020.
Peningkatan ekspor rempah tersebut, menurut Kasdi, tidak lepas dari upaya Ditjen Perkebunan memenuhi target peningkatan ekspor tiga kali lipat (gratieks) pada tahun 2024 seperti yang telah dicanangkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.
"Kita mendorong akselerasi peningkatan ekspor komoditas perkebunan seperti yang ditargetkan Menteri Pertanian. Melalui gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks), kita dorong peningkatan ekspor melalui berbagai kebijakan dalam peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing," ucapnya.
Di tempat terpisah, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dedi Junaedi menambahkan, peningkatan akses pasar komoditas perkebunan terutama rempah ke Uni Eropa cukup terbuka lebar di tengah peningkatan skala perundingan Indonesia-EU CEPA.
Kesepakatan-kesepakatan yang akan dijalankan dalam perundingan tersebut adalah terkait akses pasar perdagangan barang dan jasa, kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, serta regulasi teknis di bidang sanitari dan fitosanitasi (SPS).
Selain itu, dibahas pula regulasi teknis di bidang hambatan teknis perdagangan (Technical Barriers to Trade/TBT), pengadaan pemerintah, hak kekayaan intelektual dan semacamnya, persaingan usaha, transparansi kebijakan, penyelesaian sengketa, serta perdagangan dan pembangunan yang berkelanjutan. (OL-09)
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia merupakan faktor penentu keberlanjutan pangan nasional.
MENTERI Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pertanian adalah salah satu sektor yang berkontribusi penting terhadap ekonomi Indonesia.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor sektor pertanian Indonesia terus menunjukkan tren positif.
BPS mencatat sektor perdagangan pertanian kedua negara mengalami pertumbuhan positif pada tahun ini, dengan pertumbuhan volume ekspor 8% hingga 11% dibandingkan tahun 2022.
Selain mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas, petani milenial juga mengikuti uji kompetensi dari BNSP dengan skema perdagangan ekspor
PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) resmi melantai di pasar modal Indonesia dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 500.000.000 saham baru.
Luar biasa total produksi kelor ini, per bulannya bisa mencapai sekitar 25 - 100 ton dengan diversifikasi produk yang cukup beragam mulai dari bubuk teh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved