Jumat 28 Agustus 2020, 19:30 WIB

Menaker : Pembahasan RUU Cipta Kerja dilakukan Secara Transparan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Menaker : Pembahasan RUU Cipta Kerja dilakukan Secara Transparan

Ist
Menaker saat menjadi keynote speaker dalam webinar  bertema 'Peluang dan Tantangan RUU Cipta Kerja' pada Jumat (28/8).

 

MENTERI Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, M.SI mengatakan pihaknya menyadari di balik cita-cita mulia yang terkandung dalam RUU Cipta Kerja, terdapat riak-riak dinamika sosial, baik yang pro maupun yang kontra, terutama pada materi klaster ketenagakerjaan.

Meski demikian Menaker memastikan bahwa pemerintah sangat terbuka atas berbagai masukan kontruktif.

 Hal itu disampaikan Menaker saat menjadi keynote speaker dalam webinar  bertema Peluang dan Tantangan RUU Cipta Kerja yang diselenggarakan Institut Pembangunan Jawa Barat (Injabar) dan Universitas Padjajaran (Unpad), Jumat (28/8).

"Proses panjang pembentukan RUU Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan telah dilalui. Kami mulai kembali, kami review kembali dengan melibatkan partisipasi stakeholder, utamanya unsur pekerja, pengusaha juga unsur praktisi dan akademisi dari berbagai dimensi keilmuan," ujar Ida

Bahkan meskipun RUU Cipta Kerja telah diserahkan dan tengah dibahas di DPR, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) bersama serikat pekerja dan pengusaha terus melakukan pendalaman atas subtansi ketenagakerjaan dalm RUU Cipta Kerja.

Ida menegaskan, "Pemerintah sangat terbuka atas berbagai masukan kontruktif, proses dilakukan secara transparan dan demokratis, serta mengedepankan kepentingan nasional".

Dalam pemaparannya, Menaker menjelaskan bahwa RUU Cipta Kerja adalah bagian dari ikhtiar  yang diambil pemerintah guna mewujudkan visi Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera.  

Pemerintah melihat sejumlah peluang dan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini antara lain; pertumbuhan ekonomi yang masih rendah, angka pengangguran yang masih tinggi, perlunya pembangunan SDM yang berkualitas.

Selain,  tantangan adalah tantangan perkembangan ekonomi digital dan tren teknologi yang mengubah lanskap bisnis sehingga mempengaruhi peta kebutuhan tenaga kerja dan perubahan pola hubungan kerja yang semakin dinamis dan fleksibel.

Karena itu, Ida menekan perlunya peningkatan daya saing investasi melalui kemudahan berusaha dan penataan regulasi yang tumpang tindih yang mempengaruhi kecepatan menangkap peluang investasi untuk penciptaan lapangan pekerjaan dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kebutuhan akan RUU Cipta Kerja semakin terasa ketika dihadapkan pada Pandemi Covid 19, yang tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan tapi juga ekonomi.

"Kehadiran UU Cipta Kerja diharapkan dapat menjadi landasan institusional negeri dan menciptakan lapangan kerja yang mengalami suply shock pasca pandemi yang berakibat meningkatnya jumlah pengangguran," katanya. (RO/OL-09)

Baca Juga

.

Subsidi Ongkir Momentum Bangkitkan Perekonomian

👤RO/Micom 🕔Minggu 11 April 2021, 18:20 WIB
Pemerintah sudah menyiapkan Rp500 miliar untuk subsidi ongkir pada...
Antara

Besok, Tol Japek II Arah Cikampek Ditutup Selama 5 Jam

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 11 April 2021, 17:20 WIB
Penutupan itu dalam rangka penggantian nama Jalan Tol Japek II Elevated menjadi Jalan Layang Mohammed Bin Zayed, yakni pangeran dari...
dok japfa

Wajah Baru STP Sambut Semangat Transformasi

👤RO/Micom 🕔Minggu 11 April 2021, 16:19 WIB
Di bidang riset dan inovasi, STP mengembangkan Aquaculture Technology Department dan Animal Health...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tata Ulang Desain Olahraga Nasional untuk Capai Prestasi

 Prestasi tidak dicapai dengan proses singkat. Kerap kali butuh waktu bertahun-tahun untuk meraihnya

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya