Rabu 26 Agustus 2020, 19:40 WIB

Gagal Usaha Konvensional, Bangkit di Bisnis Digital

Wisnu AS | Ekonomi
Gagal Usaha Konvensional, Bangkit di Bisnis Digital

Dok. Pribadi
Orang yang memakai platform digital jumlahnya semakin besar dan mulai meninggalkan media pemasaran konvensional.

 

JATUH bangun dalam membangun bisnis itu hal lumrah. Dari kegagalan biasanya wirausahawan menemukan sejumlah jalan alternatif. Inilah yang dialami Muhamad Fikri Hidayat, pria kelahiran Tangerang yang juga pemilik akun Instagram @xfikrihidayat.

Pemuda kelahiran 13 Juni 1999 itu pada awal usahanya menemui kebangkrutan. Bisnis dari biro perjalanan hingga ke fesyen telah ia rasakan kegetirannya. "Hambatannya besar. Bisnis agen travel dan fesyen saya gagal," ucap dia di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Baca juga: Lewat Bisnis Digital dan Broadband, Telkom Cetak Kinerja Positif

Belajar dari kegagalan, Fikri mulai menyiapkan segalanya. Ia mulai masuk ke bisnis digital agency lantaran terinspirasi oleh manajemen-manajemen yang lebih dulu sukses. Fikri tak sendirian dalam membangun bisnis digitalnya.

Ada partnernya Andri Irawan (@xandriirawan) yang ikut andil mengembangkan bisnis yang dinamainya Dapur Buzzer Indonesia tersebut. "Nah, kami kembangkan sebuah situs agar lebih mudah digunakan," tuturnya.

Di awal perkembangan @dapurbuzzer, ia memulai hanya dengan beberapa talent. Saat ini, sambung Andri, sudah banyak influencer yang ingin join menjadi talent di Dapur Buzzer sehingga dia menjadi lebih mudah karena hanya tinggal menyeleksi.

"Awalnya Dapur Buzzer dimulai hanya dengan beberapa talent. Itu pun tim Dapur Buzzer sendiri yang mencari. Alhamdulillah, saat ini sudah banyak influencer yang ingin join menjadi talent sehingga tim kami hanya tinggal menyeleksi," imbuhnya.

Ke depan ia bertekad untuk menjadikan bisnisnya menjadi platform influencer & KOL management yang besar sehingga mempermudah para pemilik brand untuk mencari talent untuk mempromosikan brand mereka dan tentunya memiliki talent yang berkualitas.

Baca juga: Cigna Pacu Lini Bisnis Digital

"Saya melihat prospek ke depannya sangatlah besar. Sebab, orang yang memakai platform digital jumlahnya semakin besar dan mulai meninggalkan media pemasaran konvensional. Hal ini pun dibuktikannya dengan capaian klien per hari yang mencapai angka 50 klien," imbuhnya.

Diakuinya, saat ini dirinya mampu membukukan omzet harian hingga Rp10 juta. "Memang ini sangat potensial untuk terus dikembangkan. Oleh sebab itu, ke depan saya akan terus memperluas fasilitas platform ini dan mencari target pasar baru lagi," pungkasnya. (RO/A-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Margo Yuwono Resmi Dilantik Jadi Kepala BPS Baru

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 25 Juni 2021, 11:24 WIB
Margo Yuwono dilantik sebagai Kepala BPS untuk menggantikan Suhariyanto yang telah memasuki masa purna bakti pada Juni...
Ist/Kementan

Kementan Siap Dukung Pemkab Sidoarjo Kembangkan Urban Farming

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 Juni 2021, 10:19 WIB
Urban Farming untuk menyiasati penyusutan lahan di Kabupaten Sidoarjo, Jatim, yang massif setiap tahunnya dan berganti dengan...
ANTARA/ Irwansyah Putra

Ada Fitur Baru, BSI Incar 1 Juta Nasabah dari Rekening Daring

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 25 Juni 2021, 09:46 WIB
Dengan fitur tersebut, calon nasabah BSI dapat membuka rekening tabungan secara daring (digital onboarding) dengan cepat dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Talenta Muda Curi Perhatian

PIALA Eropa 2020 dipastikan telah menjadi ajang kemunculan pemain-pemain muda yang punya kemampuan mengejutkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya