Sabtu 22 Agustus 2020, 05:15 WIB

KKP Pangkas Lamanya Waktu Proses Perizinan

(Hld/Ant/E-2) | Ekonomi
KKP Pangkas Lamanya Waktu Proses Perizinan

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (kanan) menunjukkan produk perikanan yang akan diekspor

 

MENTERI Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia. Terlebih potensi
serapan lapangan kerja bisa mencapai 45 juta orang atau 40% dari total angkatan kerja Indonesia.

“Ini potensi yang besar. Nilai strategis adalah peluang yang bisa mendatangkan nilai ekonomi. Potensi ini ialah modal dasar pembangunan Indonesia,” katanya dalam keterangan
resmi, kemarin.

Edhy memaparkan, guna mendukung produktivitas di sektor kelautan dan perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberi akses kemudahan, terutama
dalam hal perizinan. Di sektor budi daya yang sebelumnya terdapat 21 item perizinan, kini disederhanakan melalui satu pintu di Badan Koordinasi Penanaman Modal
(BKPM).

Di perikanan tangkap, ia menyebut sudah ada terobosan melalui sistem informasi perizinan layanan cepat (silat). Bahkan, KKP juga berkoordinasi dengan Polri agar tak
terjadi krimininalisasi terhadap nelayan ataupun pembudi daya ikan.

“Di sektor perikanan tangkap, salah satu masalahnya adalah perizinan yang berteletele, sampai 14 hari. Sekarang izin kapal di Indonesia 30 GT ke atas, cukup satu jam melalui
sistem online (silat),” urainya.

Sebelumnya, KKP juga telah menggandeng sejumlah mitra perusahaan platform digital dalam rangka mempromosikan hingga memasarkan berbagai produk hasil perikanan
yang dimiliki UMKM di berbagai daerah.

Rabu (19/8) lalu, KKP telah meneken perjanjian kerja sama dengan sejumlah mitra digital, yaitu Tani Hub Group, Aruna, Grab, dan Gojek agar masyarakat semakin mudah
memperoleh produk perikanan.

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menilai sektor kelautan dan perikanan berperan penting bagi perekonomian mengingat Indonesia adalah negara
maritim.

“Kami sangat senang dapat mendukung usaha KKP dalam memastikan para UMKM, khususnya yang memasarkan produk kelautan dan perikanan untuk memiliki akses
digital agar mereka bisa bertahan di masa yang sulit ini,” ujar Neneng.

Hal senada diungkapkan President of TaniHub Group Pamitra Wineka. Ia menilai kerja sama yang dibangun merupakan tonggak bersejarah dan sebagai bukti keseriusan
pemerintah dan platform digital dalam mengembangkan sektor perikanan Indonesia. (Hld/Ant/E-2)

Baca Juga

AFP/Ahmad El Itani/Saudi Aramco.

Saudi Aramco Targetkan Nol Emisi Karbon pada 2050

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:19 WIB
Arab Saudi, pengekspor minyak mentah utama dunia, mengatakan akan bergabung dengan upaya global untuk mengurangi emisi metana hingga 30%...
Antara/Prasetia Fauzani

KAI Catatkan Kenaikan Pendapatan Rp7,46 Triliun Pada Semester I 2021 

👤Depian Nurhidayat 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:18 WIB
"Perseroan terus berinovasi secara efektif dan efisien agar kinerja keuangan bisa lebih lincah dalam merespons dampak yang timbul...
Dok Kementerian BUMN

Erick Thohir Apresiasi BRI Dampingi UMKM Bertransformasi Digital

👤Ant 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:10 WIB
Transformasi digital pada industri keuangan yang diadaptasi BUMN harus juga menjangkau ekonomi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya