Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo mengungkapkan pemerintah tengah membangun kawasan industri super koridor ekonomi pantai utara Jawa. Tepatnya Kawasan Industri Batang serta Kawasan Industri Subang-Majalengka. Pembangunan kawasan industri di daerah ini bertujuan untuk menarik investasi yang berujung penyediaan lapangan kerja.
“Kawasan Industri Batang serta Subang-Majalengka sedang dikembangkan dalam waktu singkat, dirancang untuk mampu mengundang investasi berkualitas,” ujar Jokowi saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8).
Selain itu, pada kawasan industri ini, pemerintah akan memberikan ruang agar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga bisa ikut terlibat. Hal itu diharapkan bisa memberikan nilai tambah yang signifikan untuk perekonomian nasional dalam bentuk penyerapan tenaga kerja dalam negeri secara besar-besaran.
“Kawasan industri yang bersinergi dengan UMKM kita, yang memberikan nilai tambah signifikan untuk perekonomian nasional, serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” imbuhnya.
Kawasan industri serupa juga akan dibangun di berbagai daerah di seluruh Indonesia, yang selalu bersinergi dengan kewirausahaan masyarakat dan UMKM, untuk menyediakan kesempatan kerja bagi generasi muda yang belum bekerja, dan meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh negeri. (E-3)
Kemenkeu mencatat penerimaan bea cukai Rp44,9 triliun hingga Februari 2026, terkontraksi 14,7% dibanding tahun lalu. Ini penyebabnya.
EKONOM PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang memberikan catatan terkait kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) per Februari 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih di bawah asumsi yang ditetapkan APBN 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran negara untuk memenuhi kebutuhan BBM subsidi masih mencukupi.
Ia menyebutkan, hal itu pasti akan mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Jika harga minyak menembus angka 120 dolar AS per barel, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diperkirakan bisa melebar hingga 3,6%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved