Senin 10 Agustus 2020, 06:00 WIB

Simplifikasi Struktur Tarif Cukai Kendalikan Konsumsi Tembakau

RO/E-2 | Ekonomi
Simplifikasi Struktur Tarif Cukai Kendalikan Konsumsi Tembakau

ANTARA FOTO/Aji Styawan
Pekerja menandai kualitas tembakau rajangan di gudang penyimpanan tembakau milik sebuah industri rokok di Karangawen, Demak, Jawa Tengah.

 

SENIOR Advisor Human Rights Working Group (HRWG), Rafendi Djamin, mendukung langkah pemerintah yang kembali menjalankan simplifikasi atau penyederhanaan struktur tarif cukai hasil tembakau. Hal itu dinilai sebagai langkah tepat dalam upaya pengendalian konsumsi tembakau.

Dalam diskusi Menagih Tanggung Jawab Negara terhadap Perlindungan Hak atas Kesehatan Publik dari Bahaya Produk Tembakau melalui Mekanisme HAM PBB, ia berharap pemerintah segera merealisasikan kebijakan tersebut sehingga tujuan kesehatan dapat dicapai maksimal.

“Ini merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan hak masyarakat akan kesehatan publik yang lebih baik,” ucapnya.

Dalam pandangannya, struktur cukai hingga 10 layer yang berlaku saat ini terbukti tidak efektif. ­Akhirnya, fungsi utama penerapan cukai, yakni melindungi kesehatan publik dan pengendalian tembakau gagal terwujud.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan, prevalensi merokok pada remaja usia sekolah atau usia 10 tahun-18 tahun justru mengalami kenaik­an. Riset tersebut menunjukkan persentase perilaku merokok remaja pada 2018 mencapai 9,1%, meningkat tinggi ketimbang 2013 sebesar 7,2%.

“Tapi kebijakan simplifikasi ini mendapat tentangan dari pelaku industri. Alasannya, simplifikasi akan mematikan industri rokok kecil dan menengah, serta menimbulkan oligopoli di industri hasil tembakau,” papar Rafendi.

Senada dengannya, Sekjen Transparency International Indonesia (TII) Danang Widoyoko menyatakan perlunya dijalankan kembali simplifikasi karena kebijakan itu akan mengoptimalkan penerimaan negara, mendukung pengendalian konsumsi rokok untuk tujuan kesehatan, dan memberikan perlindungan terhadap segmen sigaret kretek tangan (SKT).

“Berbagai studi telah me­nyarankan bahwa struktur cukai sederhana merupakan best practice bagi pengendalian konsumsi rokok,” tegas Danang. (RO/E-2)

 

Baca Juga

MI/M Irfan

Jangan Sampai Kasus Covid-19 Meledak saat Lebaran

👤Ihfa Firdausya 🕔Kamis 28 Januari 2021, 07:15 WIB
Menkes pun meminta masyarakat memahami situasi pandemi jika kasus aktif covid-19 belum kunjung mereda pada Idul Fitri tahun...
DOK BKPM

BKPM Lampaui Target Realisasi Investasi 2020

👤mediaindonesia com 🕔Kamis 28 Januari 2021, 07:12 WIB
Bahlil menilai adanya program vaksinasi covid-19 yang dilakukan pemerintah dianggap menjadi kunci meningkatkanya...
DOK MI

BKPM Dorong Investasi Industri Mamin

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 28 Januari 2021, 07:10 WIB
Secara rerata, aliran modal asing yang masuk ke Indonesia dari sektor mamin mencapai Rp60 triliun tiap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya