Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGERAKAN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal pekan Agustus 2020, Senin (3/8), melemah. Berdasarkan pantauan pada pukul 09.00 WIB, IHSG turun 0,15% atau 7,65 poin ke level 5.141,97.
Untuk diketahui, sebelumnya IHSG ditutup menguat pada perdagangan Kamis (30/7) pekan lalu, naik 0,75% atau 38,51 poin ke level 5.149,63.
Meskipun terkoreksi, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama masih melihat adanya penguatan. Hal ini dilihat dari rasio fibonacci, support pertama dan kedua memiliki kisaran level 5.097,14 hingga 4.975,54.
Sementara itu, resistance pertama dan kedua memiliki kisaran 5.172,37 hingga 5.233,17. Nafan menambahkan berdasarkan indikator, MACD, Stokastik, dan RSI menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat pola white closing marubozu candle.
"Mengindikasikan adanya potensi bullish continuation dalam pergerakan IHSG sehingga minimal berpeluang menuju ke resistance terdekat," ungkapnya dilansir dari riset harian.
Di lain pihak, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee memang menilai pergerakan IHSG di awal pekan ini akan mengalami tekanan. Hal ini terjadi utamanya lantaran pasar khawatir adanya ancaman resesi global.
"Awal pekan indeks kita akan tertekan turun ya kalau kita perhatikan karena memang global lagi khawatir kemungkinan ancaman resesi global yang semakin nyata dengan keluarnya pertumbuhan ekonomi yang negatif. Ekonomi negatif di Eropa -12% itu agak mengejutkan, juga Amerika Serikat yang minus 32,9% di kuartal II-2020," sambung Hans.
Baca juga: Resesi Global Masih Hantui Pergerakan IHSG Pekan Depan
Selain itu, harga emas yang terus bergerak naik juga menjadi sentimen negatif pergerakan IHSG pekan depan. Karena pasar tengah khawatir adanya risiko global tersebut. Ditambah ancaman konflik Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang semakin panas.
"Kemudian kasus covid-19 yang masih terus naik juga berpotensi menyebabkan partial lockdown. Hal ini akan mengganggu perbaikan pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.
Ia memprediksikan pergerakan IHSG secara harian berada di level resistance 5.162 dan support 4.985. Sementara itu, IHSG selama sepekan ke depan resistance 5.278 dan support 4.914.(OL-5)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Setelah diproduksi, minyak mentah bagian milik negara harus diserahkan kepada Pertamina.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved