Selasa 28 Juli 2020, 05:45 WIB

Program Prakerja untuk Ciptakan Wirausaha

Iam/E-3 | Ekonomi
Program Prakerja untuk Ciptakan Wirausaha

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4).

 

KEHADIRAN program prakerja didesain untuk melahirkan wirausaha baru. Untuk itu, diharapkan bisa membuka peluang kesempatan kerja.

“Sebenarnya, sebelum mende­sain kartu prakerja ini, kita sudah antisipasi bahwa kita tidak hanya mengajarkan seseorang menjadi buruh atau pegawai, tetapi juga menjadi wirausahawan,” kata Direktur Eksekutif Project Management Office (PMO) Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari saat webinar Mulai Wirausaha Bersama Kartu Prakerja, kemarin.

Hal itu disebabkan Indonesia memiliki potensi pasar sangat besar, terlebih dengan perkembangan digital, bisa membuka pasar yang belum pernah dipikirkan sebelumnya.

“Pada saat mendesain secara eksplisit membentuk wirausaha sudah ada target ke sana. Didiskusikan bersama dan tentunya ini kembali ada, yaitu menumbuhkan jiwa kewirausahaan masyarakat,” ujar Denni.

Untuk mencapai tumbuhnya wirausaha baru, Denni menantang lembaga pelatihan memberikan pelatihan yang baik agar peserta bisa memanfaatkan program kartu prakerja. “Saya menantang semua lembaga pelatihan untuk melayani sebaik-baiknya peserta kartu prakerja,” kata Denni.

“Kasih itu namanya webinar tambahan, buat itu namanya grup Whatsapp segala macam, dan mentorship sehingga seluruh peserta mendapatkan nilai yang lebih dari program ini,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur Hu­bung­an Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto mengatakan wirausaha baru bisa mendapatkan pendampingan dan bantuan agar produk yang dihasilkan dapat dikonsumsi masyarakat.

Perluasan tujuan pengembangan wirausaha bisa mengikuti prakerja. Ketika wirausaha berjalan baik, setelah enam bulan, BNI bisa memberikan solusi pembiayaan.

“Misalnya, untuk modal dengan kredit apakah nanti KUR, yang terpenting kami bantu dalam pengembangan wirausaha masyarakat dengan monitoring dan memberikan pinjaman modal kerja. Untuk itu, kami selalu mendampingi hingga wirausaha ini bisa menghadapi tantangan yang ada,” ujar Apik.

Pendampingan juga untuk mempersiapkan wirausaha yang menjadi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sampai pasarnya hingga ke luar negeri.

“Target kami ialah UMKM go global. Ketika UMKM masih kecil, nanti kita dampingi terus, lalu kita salurkan dan berikan pendampingan perihal digitali­sasi sampai besar go global,” pungkas Apik. (Iam/E-3)

 

Baca Juga

Dok. Pribadi

Apresiasi Peran BUMN Lewat kenduri Bagimu Negeri

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:31 WIB
Agenda ini juga merupakan apresiasi atas penanganan selama pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi...
MI/LINA HERLINA

Vale Indonesia Mendukung Hilirisasi Nikel Guna Mempercepat Pembangunan Industri Kendaraan Listrik

👤Bayu Anggoro 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:30 WIB
Sejak beroperasi lebih dari 50 tahun lalu perusahaan tidak pernah mengekspor biji nikel...
ANTARA

Antisipasi Krisis, Erick: BUMN Siap Jadi Off Taker Bahan Pangan Pokok

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:30 WIB
MENTERI BUMN Erick Thohir mengatakan, BUMN siap untuk menjadi pembeli siaga (off taker) bahan-bahan keputuhan pokok pada tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya