Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Gabungan (IHSG) pekan depan diprediksi masih mengalami melemah, hal tersebut dikarenakan beberapa faktor.
"IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 5074 sampai 5031 dan resistance di level 5162 sampai 5200," kata Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee kepada mediaindonesia.com, Minggu (26/7).
Faktor yang pertama yakni meningkatnya infeksi covid-19 menimbulkan kekhawatiran adanya kebijakan pengendalian seperti Pembatasan Sosisal Berskala Besar (PSBB) yang berakibat membalikkan situasi pemulihan aktivitas bisnis yang telah terlihat selama ini.
Pelaku pasar dalam negeri perlu hati-hati dengan sentimen positif vaksin karena masih butuh waktu untuk memastikan suksesnya vaksin tersebut. Selain itu masih ada potensi gagal pada pengujian fase 3.
Sementara sentimen dari luar negeri yakni kelanjutan stimulus fiskal pemerintah Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian. Besar harapan ada paket lanjutan yang tidak berbeda jauh dengan yang ada saat ini.
Baca juga : Kemenperin Siapkan SDM Berbasis Indsutri 4.0
"Partai Republik dikabarkan mempertimbangkan untuk memperpanjang tunjangan pengangguran menjadi sebesar USD400 per bulan hingga Desember," ujar Hans.
Selain itu klaim pengangguran mingguan, data AS mulai tidak terlalu baik, pelaku pasar pun menanti rillis data PDB kuartal kedua dengan konsensus analis memperkirakan PDB USA turun 35%.
Kelanjutan konflik Tiongkok dan Amerika Serikat menjadi perhatian pelaku pasar menyusul aksi saling tutup konsulat kedua Negara di Houston dan Chengdu.
Risiko jangka pendek terbesar saat ini adalah salah satu negara baik AS maupun Tiongkok melangkah lebih jauh dan melanggar kesepakatan perjanjian fase Satu. Hal ini dapat membuat berlanjutnya perang dagang kedua negara.
Sebelumnya, IHSG pada Jumat lalu ditutup melemah 62,02 poin atau 1,21% ke posisi 5.082,99. Sementara kelompok 45 saham atau LQ45 juga mengalami penurunan ke zona merah 15,42 poin atau 1,91% menjadi 791,14. (OL-2)
IHSG turun 1,05% akibat kekhawatiran kebijakan tarif AS. Temukan saham-saham yang paling terpengaruh dalam penurunan ini.
IHSG hari ini ditutup melemah 1,05% ke level 8.235,26. Pelaku pasar khawatir atas tarif impor panel surya dan penyelidikan sektor perikanan oleh Amerika Serikat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, mengalami penguatan.
IHSG hari ini ditutup melemah ke level 8.280,83. Simak analisis pemicu koreksi indeks, dampak kebijakan tarif AS, serta daftar saham top gainers dan losers.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved