Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Keuangan melaporkan aliran modal asing keluar atau capital outflow dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) per 23 Juli 2020 sebesar Rp 122,4 triliun. Alhasil, porsi kepemilikan asing dalam SBN mengalami penurunan.
"Tercatat, porsi kepemilikan asing di SBN pada awal 2020 sebesar 38,63%. Sementara per 23 Juli 2020, porsi tersebut menurun menjadi 29,63%," ungkap Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman, dalam telekonferensi, Jumat (24/7).
Meski dana yang dilepas investor asing masih besar, Luky menilai yield SBN justru membaik jika dibandingkan awal tahun. Sebab, diimbangi tingginya dukungan dari investor domestik.
Baca juga: Presiden: Kuartal III, Kunci Selamatkan Ekonomi Nasional
Saat ini, porsi kepemilikan investor asing hanya berkisar 29,6%. Tanpa kepemilikan asing, ekonomi Indonesia masih bisa membaik. Pun, investor domestik tergolong mampu mendukung SBN dalam negeri.
"Yield SBN bertenor 10 tahun pada awal 2020 berkisar 7,03%. Pada Maret dan April, yield SBN sempat melonjak hingga 8%. Saat ini, sudah mencapai 6,79%. Yield SBN dengan tenor 5 tahun sudah di bawah 6%," papar Luky.
Menurutnya, penyerapan lelang SBN saat ini masih sesuai dengan target. Walau banyak dana asing yang keluar, namun masih bisa ditutupi investor domestik.(OL-11)
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
Momentum ini menjadi titik awal pembenahan internal yang lebih komprehensif, dengan fokus pada penguatan GCG agar operasional perusahaan semakin terstruktur dan akuntabel.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons pengumuman Moody’s yang menurunkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2.
REFORMASI tata kelola dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah tekanan yang belakangan membayangi pasar keuangan domestik.
Banyaknya peraturan yang tumpang tindih, proses perizinan yang berlapis, serta perubahan kebijakan yang terlalu sering telah menjadi penghambat nyata bagi investasi di Indonesia.
Keterlibatan investor asing turut dipertimbangkan seiring keterbatasan teknologi nasional dan masih berlangsungnya penyusunan regulasi karbon biru di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved