Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 tidak akan tumbuh atau bertengger di angka 0%. Itu disebabkan pandemi covid-19 yang merebak di Indonesia telah mengguncang perekonomian nasional dan berakibat memperbesar tingkat kemiskinan.
Dalam hitungan Bank Dunia, tanpa dukungan pemerintah berupa bantuan sosial, tingkat kemiskinan di Indonesia akan bertambah di kisaran 5,5 juta hingga 8 juta orang.
"Kemiskinan sebenarnya akan meningkat cukup, sangat signifikan, terutama jika tidak ada bantuan sosial tambahan. Jadi tanpa dukungan pemerintah ini, jutaan orang akan benar-benar jatuh ke dalam kemiskinan," ujar Kepala ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Frederico Gil Sander dalam pemaparannya di peluncuran Indonesia Economic Prospect 2020 secara virtual, Kamis (16/7).
Penambahan jumlah kemiskinan itu berasal dari bertambahnya jumlah pengangguran karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) serta berkurangnya pendapatan masyarakat karena pandemi covid-19.
Namun, kata Frederico, pemerintah Indonesia telah memberi respons cukup baik dalam menangani pandemi dengan menganggarkan Rp695,2 triliun untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional.
Salah satu pos yang dianggarkan dalam anggaran itu ialah untuk bantuan sosial mencapai Rp203,9 triliun yang disalurkan melalui berbagai program bantuan sosial.
"Selama sekitar empat hingga lima bulan sudah hampir setengah dari orang-orang di bawah 40% telah menerima bantuan sosial," ujar Frederico.
Diketahui sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,42 juta orang dari total populasi pada Maret 2020. Jumlah itu naik 1,63 juta orang dari total populasi di September 2019. (E-3)
Bantuan disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana tanah bergerak di Desa Kajen dan Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
GERAKAN Pemuda Ansor (GP Ansor) menyalurkan sejumlah paket bantuan seperti selimut, sandal jepit, kebutuhan alat mandi hingga obat-obatan pada korban bencana longsor di Pemalang.
Menyikapi kondisi tersebut, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menyalurkan bantuan logistik sebagai bentuk kepedulian.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved