Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky menilai Bank Indonesia (BI) masih perlu untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4% dari yang berlaku saat ini.
Hal itu perlu dipertimbangkan dalam dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 15-16 Juli 2020.
"Kami memandang pemotongan suku bunga kebijakan sebesar 25bps merupakan langkah tepat. Pemotongan suku bunga ini dapat mendorong permintaan agregat dan meringankan beban burden sharing, di mana pemotongan suku bunga akan meringankan beban dari operasi moneter BI yang menggunakan skema burden sharing atau penerbitan obligasi oleh kementerian keuangan," ujar Riefky dalam laporan analisanya yang diterima, Rabu (15/7).
Ia menilai, pemotongan suku bunga menjadi relevan bila dilihat dari perkembangan terkini terkait skema burden sharing BI dengan kemenkeu, nilai tukar yang relatif stabil, cadangan devisa yang cukup dan kepercayaan investor yang terjaga di pasar keuangan.
Pada mekanisme burden sharing, kata Riefky, tindakan monestasi utang dinilai dapat membawa risiko moral hazard yang dibawa oleh bank sentral karena menjadi kurang independen.
Risiko kredibilitas itu dapat meningkatkan perceived risks Indonesia yang mengarah pada penurunan rating negara dan memicu kenaikan imbal hasil yang harus ditawarkan dari surat utang pemerintah.
Selain itu, kenaikan jumlah uang beredar akibat skema burden sharing akan memberikan tekanan pada inflasi dan volatilitas nilai tukar rupiah.
"Namun, BI dan Kemenkeu nampak sudah sangat menyadari risiko ini melihat kedua institusi tersebut secara aktif melakukan klarifikasi terkait skema burden-sharing ini sifatnya akan “one-off” policy untuk meyakinkan investor akan kredibilitas bank sentral yang tetap dijaga," tutur Riefky.
Di sisi lain, peningkatan cadangan devisa kembali terjadi ke US$131,72 miliar pada Juni, lebih baik dibanding Mei sebesar US$130,54 miliar. Tren positif itu sebagian besar dikontribusi oleh penerbitan surat utang global.
"Cadangan devisa yang lebih tinggi juga membuat BI memiliki ketahanan lebih dalam menghadapi gejolak eksternal dan menjaga stabilitas finansial," pungkasnya. (E-1)
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved