Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky menilai Bank Indonesia (BI) masih perlu untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4% dari yang berlaku saat ini.
Hal itu perlu dipertimbangkan dalam dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 15-16 Juli 2020.
"Kami memandang pemotongan suku bunga kebijakan sebesar 25bps merupakan langkah tepat. Pemotongan suku bunga ini dapat mendorong permintaan agregat dan meringankan beban burden sharing, di mana pemotongan suku bunga akan meringankan beban dari operasi moneter BI yang menggunakan skema burden sharing atau penerbitan obligasi oleh kementerian keuangan," ujar Riefky dalam laporan analisanya yang diterima, Rabu (15/7).
Ia menilai, pemotongan suku bunga menjadi relevan bila dilihat dari perkembangan terkini terkait skema burden sharing BI dengan kemenkeu, nilai tukar yang relatif stabil, cadangan devisa yang cukup dan kepercayaan investor yang terjaga di pasar keuangan.
Pada mekanisme burden sharing, kata Riefky, tindakan monestasi utang dinilai dapat membawa risiko moral hazard yang dibawa oleh bank sentral karena menjadi kurang independen.
Risiko kredibilitas itu dapat meningkatkan perceived risks Indonesia yang mengarah pada penurunan rating negara dan memicu kenaikan imbal hasil yang harus ditawarkan dari surat utang pemerintah.
Selain itu, kenaikan jumlah uang beredar akibat skema burden sharing akan memberikan tekanan pada inflasi dan volatilitas nilai tukar rupiah.
"Namun, BI dan Kemenkeu nampak sudah sangat menyadari risiko ini melihat kedua institusi tersebut secara aktif melakukan klarifikasi terkait skema burden-sharing ini sifatnya akan “one-off” policy untuk meyakinkan investor akan kredibilitas bank sentral yang tetap dijaga," tutur Riefky.
Di sisi lain, peningkatan cadangan devisa kembali terjadi ke US$131,72 miliar pada Juni, lebih baik dibanding Mei sebesar US$130,54 miliar. Tren positif itu sebagian besar dikontribusi oleh penerbitan surat utang global.
"Cadangan devisa yang lebih tinggi juga membuat BI memiliki ketahanan lebih dalam menghadapi gejolak eksternal dan menjaga stabilitas finansial," pungkasnya. (E-1)
Ingin tukar uang baru untuk Lebaran 2026? Simak panduan lengkap cara daftar di PINTAR BI, jadwal resmi, hingga syarat penukaran paket Rp5,3 juta. Cek linknya di sini!
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
BI ingin menjamin masyarakat agar saat menjalani ibadah keagamaan tersebut harga-harga pangan terjangkau dan tersedia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved